Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Papan Larangan di Lokasi Penggalian Pasir Gunung Dicabut Keluarga Mengamuk

badge-check


Papan Larangan di Lokasi Penggalian Pasir Gunung Dicabut Keluarga Mengamuk Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON- Keluarga Ronald Tuhuleruw tidak terima melihat adanya kegiatan pencabutan papan larangan oleh pemerintah Negeri Hative Besar, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon. Mereka mengamuk pakai parang. Beruntung, tidak ada yang terluka, Rabu (17/6) sekira pukul 10.25 WIT.

Papan larangan itu dipasang Keluarga Ronald Tuhuleruw, ahli waris Jakop Tuhuleruw. Mereka mengklaim jika lahan yang berada tepat di kawasan penggalian pasir gunung, Dusun Wailete, Negeri Hative Besar, itu miliknya.

Kepala Polsek Teluk Ambon Ipda Muhammad Hariyazie Syahkranie, yang dikonfirmasi Kabartimurnews, membenarkan adanya kegiatan pencabutan papan larangan tersebut.

Menurutnya, pencabutan papan larangan oleh Pemerintah Negeri Hative Besar itu dilakukan karena lokasi yang diklaim milik Keluarga Tuhuleruw tersebut milik pemerintah negeri setempat.

“Sesuai putusan MA tanah itu milik pemerintah negeri,” kata Hariyazie menjawab Kabartimurnews.com, malam ini.

Proses pelepasan papan plang itu, kata dia, dipimpin langsung Pejabat Negeri Hative Besar dan didampingi Wakil Ketua Saniri.

“Sempat terjadi adu argumen dan pihak keluarga Tuhuleruw tidak terima papan plang nya yang di cabut hingga terjadi keributan. Pada saat aksi keributan personil Teluk Ambon datang untuk melerai keributan dan pukul 13.00 WIT situasi dapat diredam dan di tenangkan,” tandasnya.(KTC)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

15 Hari di Luar Daerah per Bulan: Pemerintahan KKT Dinilai “Jalan Setengah Mesin”, DPRD Didesak Ambil Sikap

25 Juli 2026 - 20:17 WIT

Pelni Ambon & Tim Gabungan Perketat Pengawasan Kapal dari Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Barang Terlarang

22 Juli 2026 - 21:30 WIT

BKKBN Maluku & Muslimat NU Bergandengan, Ubah Edukasi Stunting Jadi Aksi Nyata Lewat “Ibu Asuh”

21 Juli 2026 - 20:33 WIT

Ini Strategi Pemprov Maluku di Blok Masela Biar Putra Daerah Tak Cuma Jadi Penonton

21 Juli 2026 - 20:21 WIT

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Trending di Maluku