Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Pembunuh Warga Haruku Ditembak

badge-check


					Pembunuh Warga Haruku Ditembak Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON- Satu butir timah panas terpaksa bersarang di kaki Jecky Mustamu alias Jibrael. Pembacok DT, warga Negeri Haruku hingga tewas mengenaskan, ini ditembak polisi dalam sebuah penggerebekan, Sabtu (21/3).

Jibrael ditembak di salah satu rumah pengungsian gempa bumi, dalam hutan Kampung Lama, Negeri Haruku, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah. Sebab, dia mencoba kabur. Bahkan, dia sempat berkelahi dengan polisi.

Melawan, tim gabungan kepolisian dari Polsek Haruku, Satreskrim Polresta Pulau Ambon dan Resmob Polda Maluku bertindak tegas dan terukur. Pelarian preman kampung itu terhenti setelah kaki kirinya bersarang timah panas.

“Sudah kami tangkap kemarin pagi sekitar pukul 02.15 WIT,” ungkap Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Iptu Julkisno Kaisupy, kepada Kabar Timur, kemarin.

Proses penangkapan dalam hutan dipimpin Kapolsek Haruku Iptu Karimudin dan Kanit I Jatanras Satreskrim Polresta Pulau Ambon Ipda. M. Rasyid Ridho.

Hanya butuh 2×24 jam, tim pemburu gabungan ini mampu menemukan Jibrael yang menebas leher DT hingga meninggal secara tragis.

“Tim masuk hutan pada hari Jumat (20/3) pukul 22.00 WIT. Dan besok dini hari pukul 02.15 WIT, tersangka ditemukan,” kata dia.

Setelah ditemukan dalam salah satu rumah pengungsian warga saat gempa tektonik pada 26 September 2019 lalu, Jibrael memberikan perlawanan.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Lapas Ambon Perkuat Mental Spiritual Warga Binaan Selama Ramadhan

19 Februari 2026 - 11:42 WIT

Warga muslim di Leihitu Maluku Tengah puasa 1 Ramadhan Selasa

17 Februari 2026 - 20:42 WIT

Cetak Generasi Tangguh, Lanud Pattimura Gelar Persami KKRI 2026 bagi Pelajar Maluku

14 Februari 2026 - 19:19 WIT

Skandal UP3 Tanimbar, Dugaan Pelanggaran Prosedur Pembayaran Proyek Ratusan Miliar

7 Februari 2026 - 12:11 WIT

Maluku Raup Rp 6 Triliun dari Pajak Impor, Investasi Tembus Rp365 Triliun

6 Februari 2026 - 00:39 WIT

Trending di Maluku