Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Suhu Tubuh Penumpang Kapal Diperiksa

badge-check


Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Suhu Tubuh Penumpang Kapal Diperiksa Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON-Antisipasi penyebaran virus corona, petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Ambon melalukan pemeriksaan atau pemindaian suhu tubuh terhadap penumpang KM. Dorolonda yang bersandar di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Jumat (20/3).

Ratusan penumpang yang turun di Pelabuhan Ambon ini diperiksa oleh petugas sesaat seetelah menginjakkan kaki di Pelabuhan Ambon. Dimana petugas kesehatan yang dilengkapi dengan alat pengukur suhu tubuh, thermagun melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang turun satu persatu.

KM. Dobonsolo sendiri tiba di Pelabuhan Ambon setelah sebelumnya bertolak dari Tanjung Priok Jakarta, Surabaya, Makassar, Bau Bau. Setelah dari Ambon kapal bertolak menuju Sorong, Serui, Jayapura, Papua.

Kepala Seksi Pengendalian Karantina dan Survelence Epidemiologi KKP Klas II Ambon, Nasir Tuasamu mengatakan sejauh ini belum ada yang terdeteksi suhu diatas 38 derajat celcius atau pun gejala-gejala yang mengarah ke corona. “Sejak akhir Januari kita lakukan pemindaian suhu tubuh sampai saat ini (Jumat) belum ada satupun orang yang dipantau memiliki kriteria kasus covid. Semuanya masih sebatas dibawah 38 derajat. Secara fisik tidak memenuhi kriteria definisi operasionalnya covid-19,”jelasnya kepada Kabar Timur.

Untuk pemindaian suhu tubuh penumpang ini, kata Tuasamu, KKP menggunakan empat unit thermagun dimana penumpang yang turun dari kapal dibagi dalam empat jalur.

Untuk saat ini kata dia, yang dipindai suhu tubuhnya hanya penumpang yang turun karena mereka baru datang dari luar Maluku dan juga karena disebabkan keterbatasan alat. “Karena keterbatasan alat, penumpang turun dulu (yang diperiksa), karena yang dipindai pertama orang yang datang (penumpang yang turun). Terkait orang yang nanti naik (penumpang naik), kita tadi diskusikan dengan Pelindo, rencananya setelah alat mereka datang, kita (KKP) main dua pintu, satu pintu kedatangan, satu pintu keberangkatan,”jelasnya.

Karena terbatasnya alat pindai ini, Tuasamu juga mengaku efektifitas dan efisiensi waktu terkuras.

Masih kata Tuasamu, pemindaian suhu tubuh penumpang yang turunini tidak hanya bagi penumpang kapal yang masuk dari luar Maluku, tetapi dari antar daerah di Maluku juga tetap dilakukan pemindaian. “Yang dari Pulau Jawa maupun antar daerah juga diperiksa,”sambungnya.

Selain Pelabuhan Yos Sudarso, lanjut dia, Pelabuhan Slamet Riyadi, Pelabuhan Pertamina juga dilakukan hal yang sama. Begitu juga dengan kapal yang hanya lepas sauh alaias tidak sandar. Tetap KKP melakukan pemindaian.

Untuk kategori diduga gejala corona, dijelaskannya adalah suhu tubuh diatas 38 derajat celcius. Dan jika ada yang terindikasi maka langsung SOP Pelabuhan diaktifkan dan penumpang akan dimasukkan ke ruang observasi yang ada di Pelabuhan.

“Observasi itu untuk memvalidasi lagi info yang pertamanya apakah memang demamnya itu karena capek atau karena terindikasi infeksi yang lain. Setelah itu kita tracking penumpang itu punya perjalan selama 14 hari sebelumnya. Apakah dia dari Jawa atau pernah berkontak dengan orang yang terpapar di Pulau Jawa, maka otomatis kita masukkan dia dalam kategori ODP atau bahkan PDP,”tandasnya. (KTR)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

15 Hari di Luar Daerah per Bulan: Pemerintahan KKT Dinilai “Jalan Setengah Mesin”, DPRD Didesak Ambil Sikap

25 Juli 2026 - 20:17 WIT

Pelni Ambon & Tim Gabungan Perketat Pengawasan Kapal dari Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Barang Terlarang

22 Juli 2026 - 21:30 WIT

BKKBN Maluku & Muslimat NU Bergandengan, Ubah Edukasi Stunting Jadi Aksi Nyata Lewat “Ibu Asuh”

21 Juli 2026 - 20:33 WIT

Ini Strategi Pemprov Maluku di Blok Masela Biar Putra Daerah Tak Cuma Jadi Penonton

21 Juli 2026 - 20:21 WIT

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Trending di Maluku