KABARTIMURNEWS.COM,AMBON- Gubernur Maluku, Murad Ismail mengingatkan TNI/Polri untuk mewaspadai kerawanan pemilu terutama politik identitas dan konflik sosial dalam penyelenggaraan Pilkada serentak di empat kabupaten di Maluku tahun 2020 ini.
Sebagaimana diketahui, empat kabupaten di Maluku yang bakal melangsung pesta demorasi lima tahunan untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati itu masing-masing Kabupaten Seram Bagian Timur, Buru Selatan, Kepulauan Aru dan Maluku Barat Daya.
“Saya berharap TNI-Polri juga mewaspadai kerawanan pemillu di tingkat lokal yang akan berlangsung nanti, terutama politik identitas dan disrupsi sosial (konflik sosial),” pesan Gubernur saat menyampaikan sambutan pada Rapat Pimpinan TNI-Polri di Provinsi Maluku Tahun 2020 di Gedung Makorem 151/Binaiya, Ambon, Selasa (10/3) yang juga dihadiri oleh Forkopimda Maluku serta Kapolda Maluku Utara, Brigjen. Pol. Drs. Rikwanto, S.H, M.hum.
Tidak hanya itu saja, orang nomor satu di Maluku itu juga mengingatkan TNI/Polri untuk menjaga netralitas dalam pesta demokrasi di empat kabupaten tersebut dengan menghilangkan ego sektoral serta tingkatkan kepedulian dengan mengoptimalkan deteksi dini, dan pencegahan dini konflik sosial di tengah-tengah masyarakat.
“Kalau ini dilakukan, maka kita sudah menjaga amanah dan kepercayaan masyarakat kepada TNI-Polri sebagai pilar utama bangsa ini,” jelasnya.
Selain itu, mantan Dankor Brimob Polri itu juga meminta agar TNI-Polri dapat menjaga sinergitas dan soliditas dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai aparat negara, sehingga stabilitas keamanan di daerah ini tetap terjaga.



























