Sekilas Info

Jenazah Prajurit Jono Dimakamkan Di Pemakaman Umum

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON- Jenazah almarhum Praka Anumerta Sujiono Kaimudin, prajurit Yonif 725/Woroagi Kodam XIV Hassanudin asal Negeri Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dimakamkan di Pemakaman Umum Desa Iha, Rabu (19/2) siang.

Dikatakan Raja Negeri Kulur, Shalihin, yang juga hadiri prosesi pemakaman, jenazah pria yang akrab disapa Jono itu dimakamkan sekitar pukul 11,30 WIT setelah sebelumnya jenazah tiba di kediaman duka sekitar pukul 01:00 wit Rabu dini hari setelah melalui perjalanan panjang dari Ambon sejak Selasa sore.

Sebelum pemakaman, kata Shalihin, terlebih dahulu dilakukan upacara militer yang dipimpin langsung Dandim 1502/Masohi. "Sebelum pemakaman, terlebih dahulu dilakukan prosesi penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada TNI dilanjutkan dengan upacara militer sebelum dimakamkan,"jelasnya saat dikonfirmasi Kabar Timur Rabu malam.

Prosesi pemekaman almarhum Jono sendiri kata Shalihin, tidak hanya dihadiri oleh personil TNI dan Polri saja, tetapi juga dihadiri oleh masyarakat sekitar yang juga ikut mengantar jenazah dari rumah duka menuju TPU di Iha yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah duka. "Setelah upacara militer di lokasi pemakaman, baru dimakamkan,"tandasnya.

Sekedar tahu, sehari sebelumnya, jenazah almarhum Praka Anumerta Sujiono Kaimudin tiba di Ambon melalui Lanud Pattimura, Selasa (18/2) sore pukul 16:30 WIT dengan menggunakan pesawat Boing-737/AI-7340 milik TNI AU setelah sebelumnya diterbangkan dari Jayapura-Sorong.

Sebelum diterbangkan dari Jayapura, jenazah almarhum bersama tiga jenazah rekannya terlebih dahulu dilepas oleh Panglima TNI dan Kapolri di Base Ops Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten jayapura, Papua.

Dari Jayapura, pesawat diterbangkan menuju Sorong untuk terlebih dahulu menurunkan jenazah Sertu Anumerta Ikrar Setia Nainggolan dan selanjutnya pesawat diterbangkan ke Ambon untuk membawa jenazah almarhum Praka Anumerta Sujiono.

Setiba di Lanud Pattimura, jenazah almarhum disambut upacara militer oleh personil gabungan TNI dan Brimob Polda Maluku yang dipimpin oleh Dandim 1504/Ambon, Kolonel Kavaleri Cecep Tendi Sutandi sekaligus penyerahan jenazah dari komandan pendamping.

Dikatakan Dandim 1504/ Ambon, Kolonel Kavaleri Cecep setelah dari Lanud Pattimura, jenazah almarhum selanjutnya akan larikan ke Iha, kampung halaman almarhum melalui penyeberabang laut dengan menggunakan ferry.

Jenazah almarhum diangkut dengan menggunakan mobil ambulance Kesdam meninggalkan Lanud Pattimura pukul 16:55 WIT. "Setelah dari Lanud, jenazah akan dihantar menuju Pelabuhan Hunimua selanjutnya ke Pelabuhan Waipirits. Di Waipirits nanti akan dijemput Dandim Masohi dan akan dilakukan upacara militer juga yang akan dikoordinir Dandim Masohi untuk selanjutkan jenazah dipuoangkan ke pihak keluarga di Iha untuk pemakaman.

Untuk pemakaman jenazah almarhum Praka Sujiono, Dandim mengatakan direnacanakan dimakamkan pada Rabu besok. "Direncanakan sesuai informasi dari Kodim Masohi, pemakamannya besok,"sambungnya.

Untuk lokasi pemakaman jenazah almarhum sendiri, kata Dandim, akan dikoordinasikan oleh Dandim Masohi dengan pihak keluarga apakah akan dimakamkan di pemakaman keluarga atau di taman makam pahlawan yang ada di Iha. "Dari Kodim Masohi akan menyesuaikan sesuai keputusan keluarga,"ujarnya.

Almarhum sendiri kata Dandim menambahkan, pangkatnya dinaikkan dari Prada menjadi Praka Anumerta.

Usai menurunkan jenazah almarhum Praka Anumerta Sujiono Kaimudin, pesawat milik TNI AU ini direncanakan akan melanjutkan penerbangan menuju Kendari untuk membawa pulang jenazah almarhum Praka Anumerta Risno ke Kendari dilanjutkan menuju Kupang untuk membawa jenazah almarhum Praka Anumerta Yanuarius Loe.

Sebelumnya diberitakan, sejak dikabarkan hilang kontak pada 28 Juni 2019 lalu, 12 personel TNI AD bersama bangkai Helikopter MI-17, akhirnya ditemukan di kawasan tebing Pegunungan Mandala, Distrik Oksob, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Kamis (13/2).

Seluruh awak Helikopter ditemukan meninggal dunia. Satu diantaranya Prada Sujono Kaimudin, warga Negeri Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Rencananya, jenazah almarhum tiba di kampung halamannya, Senin (18/2) hari ini.

Jono, sapaan akrab Prada Sujono Kaimudin ini diketahui menyelesaikan pendidikan di SMP Negeri 2 Seram Barat dan Madrasah Aliyah BPD Iha-Kulur, SBB. Dia kemudian lulus pendidikan dasar militer di Rindam XVI/Pattimura, Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Anak dari pasangan Lajimu Kaimudin dan Ibu Wajida ini tercatat aktif menjalankan tugas sebagai prajurit TNI AD sejak 17 November 2015 silam.

Babinsa Serma Dulhamid Putuhena, mengaku telah berkomunikasi dengan pihak keluarga almarhum yang merupakan anak bungsu dari 8 bersaudara tersebut.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah dan saniri negeri Iha untuk tempat pemakaman almarhum,” ungkap Putuhena, kemarin.

Helikopter MI-17 milik TNI AD dengan nomor registrasi HA-5138 ini diketahui hilang kontak dalam penerbangan Oksibil, Pegunungan Bintang-Sentani, Jayapura, Jumat 28 Juni 2019, sekira pukul 11.49 WIT.

Heli itu membawa 12 penumpang beserta crew. Sebelumnya terbang ke Okbibab untuk melakukan pengiriman logistik kepada prajurit yang bertugas di pos perbatasan Indonesia dan Papua New Guinea.

Berikut nama personel TNI AD yang ditemukan meninggal dunia di sekitar bangkai helikopter tersebut: Kapten CPN Aris (pilot), Lettu CPN Bambang (pilot), Lettu CPN Ahwar (co pilot), Serka Suriyatna, Serda Dita, Praka Dwi Purnomo dan Pratu Aharul.

Sementara anggota Yonif 725/WRG yaitu Serda Ikrar Setya Nainggolan, Pratu Yanuarius Loe, Pratu Risno, Prada Sujono Kaimuddin dan Prada Tegar Hadi Sentana. Lokasinya pada ketinggian 12.500 feet, di tebing Pegunungan Mandala, Distrik Oksob, Kabupaten Pegunungan Bintang. (RUZ/CR1)

Penulis:

Baca Juga