Sekilas Info

Komite Bakal Lapor Kepsek SD Kristen Soindat

KABARTIMURNEWS.COM,LANGGUR- Orang tua murid dan Ketua Komite SD Kristen Soindat, Kecamatan Kei Besar Selatan Barat kabupaten Maluku Tenggara mengeluhkan kinerja oknum Kepala Sekolah (Kepsek) SD tersebut yang jarang hadir di sekolah

Menurut sejumlah orang tua atau wali murid karena jarang hadir tugas pengawasan terhadap anak didik jadi kurang. Para siswa sering berkeliaran dan menggannggu ketenangan warga sekitar sekolah.

Sejak bertugas empat tahun lalu di SD Soindat, Kepsek Samuel Rahayaan, ungkap Ketua Komite Sekolah Hans Maduar, sepanjang sepengetahuan dirinya yang bersangjutan masuk kelas untuk mengajar baru satu dua kali. Itu juga kalau datang langsung pergi tidak mengajar apa-apa.

"Memang kita bisa memahami kondisi kepala sekolah. Tapi kalau begitu-begitu saja, kita bisa pikir dia anggap remeh kita disini," kata Hans.

Melihat kinerja Kepsek yang tidak berobah Hans menyatakan pihaknya mewakili komite sekolah bersama sejumlah tokoh warga desa Soindat akan bertemu Bupati Malra H Taher Hanubun dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malra.

Diakui, SD tersebut ada tenaga guru, terdiri dari tiga orang guru bantu, satu guru agama dan satu guru umum. Yang disesalkan, sudah malas berkantor, Samuel Rahayaan juga sering memarahi guru-guru tersebut.

Yang paling miris perubahan nasib tiga guru bantu yang ada, terkesan kurang mendapat perhatian oleh Rahayaan. "Contohnya guru bantu yang mau usul kenaikan pangkat, Kepsek tidak mau tanda tangan berkas. Jadi guru mau maju salah, mundur juga salah," kata Hans Maduar.

Bukan hanya perhatian terhadap para peserta anak didik dan guru-guru, Kepsek SD Soindat juga mengabaikan kelanjutan pembangunan rumah dinas guru. Menurut Hans, kapan bangunan tersebut diselesaikan, belum diketahui.

"Kita tidak kapan diselesaikan, tapi kalau anggarannya sudah cair 100 persen, kita juga tau," imbuhnya.

Keluhan juga datang dari orang tua murid. Menurut salah satu orangtua murid yang tak ingin namanya dikorankan mengaku, kehadiran kepsek hanya ketika pelaksanaan ujian nasional, ujian sekolah. Setelah itu, tiga hari kemudian Kepsek ambil semua berkas terkait ujian yang digelar. "sampai pengumuman antua cuman kasih informasi kepada guru bawahan dengan orang tua murid yang ambil langkah di sekolah. Ini kepsek model apa?," katanya.

Ditambahkan orangtu murid itu, Kepsek SD Kristen Soindat dinilai tidak bertanggungjawab. Selama empat tahun menjabat, Samuel Rahayaan bisa dikatakan tidak pernah melasanakan tugas.

"Antua (kepsek) punya kehadiran hanya datang satu jam, tengok sekolah sebentar setelah itu balik lagi ke kota. Kalau pun kembali ke sekolah paling lama satu minggu. Ke kota itu bisa sampai berbulan-bulan tidak kembali. Bayangkan itu terjadi selama yang bersangkutan bertugas pada SD Kristen Soindat ini," katanya. (SON)

Penulis:

Baca Juga