KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional (BPJN) Maluku, kembali disoroti. Kali ini, ratusan pegawai honorer yang mengabdi di instansi vertikal itu mengadu nasib mereka tidak diperhatikan, sebab orang luar lebih diutamakan.
Sebelumnya BPJN disoroti, setelah pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang dikerjakan BPJN bermasalah.
Tak hanya itu, Gubernur Maluku, Murad Ismsil, beberapa waktu lalu, mengancam mengusir kepala BPJN Maluku, karena prioritas kontraktor luar mengerjakan proyek APBN di balai itu.” Kami ini sudah mengabdi puluhan tahun di BPJN, tapi belum diangkat jadi PNS,”kata salah satu pegawai honorer di BPJN kepada Kabar Timur, kemarin.
Ironisnya, lanjut pegawai honorer yang enggan namanya diwartakan, ditengah dirinya bersama teman-temanya menanti nasib mereka, pihak BPJN justru mendatangkan pegawai honorer dari luar Maluku.”Yang membuat kami tidak terima, nasib kami belum jelas orang luar didatangkan kerja di BPJN,”bebernya.
Padahal, ingat dia, pegawai honorer yang didatangkan dari luar Maluku, minim pengalaman, sementara mereka yang sudah makan asam garam di BPJN, pengalaman tidak diragukan, namun tidak diperhatikan.”Itu yang Membuat kami tidak habis pikir,”kesalnya.
Soal berapa pegawai honorer yang mengabdi di BPJN, dia mengaku, sekitar 500-an orang.”Memang di BPJN itu banyak honorer,”sebutnya.


























