Sekilas Info

Bupati Malra Harap Jembatan Yang Ambruk Dibangun Permanen

istimewa

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON - Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun berharap Jembatan penghubung Desa Rumadian dan Dian Darat yang ambruk pada Sabtu pekan kemarin bisa dibangun secara permanen nantinya.

Harapan ini disampaikan Hanubun dikarenakan Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) hanya mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 500 juta untuk jembatan yang ada di wilayah Kecamatan Manyew tersebut.

"Jangan cuma 500 juta lalu sementara, karena jembatan ini menghubungkan antar desa kalau bisa permanen,"ujar Bupati kepada awak media di Ambon, Senin (2/12).

Dijelaskannya, untuk tahap awal berdasarkan koordinasi dengan Kepala Dinas PUPR Maluku, Ismail Usemahu, sudah diturunka tim untuk meninjau lokasi ambruknya jembatan. "Pak Mail sudah menyampaikan, stafnya sudah turun menangani,"ungkapnya.

Dirinya mengakui, jembatan penghubung Desa Rumadian dan Dian Darat sudah berumur tua karena dibangun pada tahun 1952. "Jembatan ini pindah dari jembatan Watdek, jadi besi rangka itu dipindahkan kesana, lalu dicat saja untuk menutup besi yang sudah karat. Apalagi jembatan ini sudah lama (tua), sehingga gampang untuk ambruk,"tandasnya.

Untuk itu, dirinya kembali menegaskan kepada Pemda Maluku untuk dalam pelaksanaannya jembatan ini dibangun secara permanen.

Akibat ambruknya jembatan ini, kata Hanubun, aktifitas masyarakat dan juga transportasi darat lumpuh. "Jadi semua masyarakat di peesisir barat melewati jembatan tersebut. saat ini masyarakat hanya bisa menggunakan ketiting, baik itu untuk berdagang, menjual ikan, berarti anggarannya bertambah, harga ikan mungkin tambah mahal,"tandasnya.

Sebelumnya diberitakan Kabar Timur, Jembatan di desa Rumadian, kecamatan Manyeu, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) roboh, Sabtu (30/11).

Jembatan kerangka baja ini menghubungkan jalur transportasi dari kecamatan Kei Kecil Barat (KKB) dengan kecamatan Manyeu. Robohnya jembatan melumpuhkan akses transportasi menuju dua kecamatan tersebut.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Belum diketahui penyebab robohnya jembatan Rumadian, namun diduga akibat termakan usia. Robohnya jembatan, pengguna kendaraan bermotor terpaksa harus mencari jalan alternatif lain.

Warga dari kecamatan Kei Kecil Barat maupun warga di wilayah kecamatan Manyeuw harus melalui jalur laut atau memutar dengan jarak relatif jauh melewati jalan utama menuju Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur.

Salah satu ujung jembatan yang roboh dan satu sisinya telah menyentuh air laut. Sejumlah pejalan kaki yang nekat harus hati-hati ketika melintasi jembatan tersebut.

Sejumlah warga di lokasi kejadian menduga ambruknya jembatan ini karena  penahan jembatan yang sudah karatan dimakan usia. “Penahan jembatan dari besi sudah karatan termakan usia, sudah tidak kuat menahan beban. Mungkin itu menjadi penyebab robohnya jembatan,” kata Hasan, salah seorang warga.

Amir Rumra, Anggota DPRD Provinsi Maluku  mengatakan, Dinas PUPR Provinsi Maluku dalam waktu dekat akan turun ke lokasi dan melakukan perbaikan.

Ambruknya jembatan di desa Rumadian ini bertepatan dengan pembahasan RAPBD Maluku tahun anggaran 2020. Rapat antara Banggar  DPRD Maluku bersama Tim Anggaran Pemprov Maluku akhirnya menyepakati anggaran perbaikan jembatan Rumadian sebesar Rp 500 juta.

“Alhamdulillah kami sudah  sepakati anggaran Rp 500 juta untuk pembangunan kembali jembatan Rumadian yang ambruk,“ kata Rumra melalui akun facebooknya. (RUZ/KT)

Penulis:

Baca Juga