Sekilas Info

Pertamina Apresiasi Daur Ulang Sampah Plastik Jadi Minyak di Banda

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON- Pertamina Manager Operation Regional (MOR) VIII Wilayah Maluku Papua melalui General Manager (GM)-nya, Gema Iriandus Pahalawan memberikan apresiasi atas terobosan yang dilakukan Yayasan Cahaya Samudrea Indonesia di Banda Neira, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah dalam hal pengolahan sampah plastik menjadi minyak.

Apalagi kata dia, jika sampah plastik dikelola secara baik, maka akan memberikan manfaat.

"Mungkin apresiasinya dari sisi pengelolan limbah sampah plastik. Kalau bisa dikelola dengan baik, maka sampah plastik yang selama ini jadi sampah pencemar yang susah terurai akan menjadi manfaat menutupi semakin berkurangnya BBM akibat sumbernya semakin menipis,"tutur Gema saat dikonfirmasi Kabar Timur via seluler Kamis (21/11).

Hanya saja kata dia, dari kacamata Pertamina, prosesnya masih panjang dari minyak hasil daur ulang itu. Karena perlu dilakukan uji kualitas DOTnya.

"Dari sisi Pertamina masih panjang proses memastikan kualitas produknya. Harus diuji kualitas dan kehandalannya dulu terhadap mesin, baru dot kita simpulkan apakah kualitasnya dot disejajarkan dengan BBM. Jangan sampai material pencemar juga mencemari udara karena tidak dilakukan uji coba pada kendaraan,"terangnya.

Karena lanjut dia, standarisasi quality BBM keluarkan oleh Migas. "Jadi selama belum disahkan Migas maka belum bisa dipasarkan seperti BBM yang kami (Pertamina) pasarkan,"sambunya.

Disinggung apakah Pertamina bisa memfasilitasi untuk uji kualitas DOT-nya, Gema mengatakan itu diluar scope Pertamina. Tapi Migas bisa membantu.

"Ini kegiatan diluar scope Pertamina. Mungkin bisa Migas yang memfasilitasinya cq bag Litbang,"tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Di Banda Neira Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah, sampah plastik mulai didaur ulang menjadi minyak.

Langkah cerdas dalam memerangi sampah plastik ini digalakkan oleh Yayasan Cahaya Samudrea Indonesia yang diketuai oleh Magafira Ali, anak Banda bersama hampir 30 anak-anak Banda yang tergabung dalam yayasan tersebut.

Berbekal mesin pendaur ulang, sampah plastik seperti botol plastik, gelas plastik hingga kantong plastik didaur ulang dilokasi pengolahan yang terletak pada TPA yang tak jauh dari Bandara Banda.

Ketua Yayasan Cahaya Samudrea Indonesia, Magafira Ali atau yang akrab disapa Maga mengungkapkan, dari hasil uji coba yang dilakukan kemarin, yayadannya berhasil mendaur ulang sampah plastik menjadi minyak jenis bensin, solar dan minyak tanah. "Kemarin kita sudah uji coba minyak hasil daur ulang. Kita uji coba di motor maupun kompor semuanya cocok dan berfungsi,"ungkapnya kepada Kabar Timur saat dikonfirmasi via seluler Kamis (21/11).

Langkah ini kata dia sebagai bagian dari gerakan memerangi sampah terutama sampah plastik di Banda. Apalagi saat ini, sampah plastik buangan masyarakat cukup banyak di Banda. Sehingga apabila dikumpulkan dan kemudian dijual ke Pulau Jawa, maka akan memakan biaya yang besar.

Sehingga munculah ide mendaur ulang sampah plastik.

Dijelaskannya lebih jauh, awal mula sehingga daur ulang sampah plastik menjadi minyak ini dapat berjalan saat dirinya diundang dalam kegiatan Green Leaders tahun kematin di Jakarta.

Disitulah, dirinya bertemu dengan pembuat mesin daur ulang sampah menjadi minyak.

Setelah itu, dirinya berembuk dengan komunitas pegiat lingkungan dalam hal sampah di Banda. Dari hasil rembuk itu, diputuskan akan membeli mesin tersebut.

Hanya saja, karena harganya yang terbilang mahal, yakni Rp. 150 Juta, yayasannya dibantu warga Jerman, Mare Uhn dan Patuta yang sudah cukup dikenalnya itu sehingga akhirnya mendapatkan donasi bantuan dari MDC Kedutaan Jerman untuk membeli mesin daur ulang tersebut.

Sementara untuk bangunan tempat pengolahan sampah, yayasannya dibantu Yayasan Tirto Utama Foundation membeli lahan di sekitar TPA itu dan sudah mendapatkan persetujuan camat setempat. Apalagi karena yayasan ini bergerak di bidang sosial kemasyarakatan yakni peduli terhadap lingkungan. "Setelah mesin tiba di Banda dibantu teknisi untuk langsung ditempatkan pada gedung. Dari situ, sampah kita uji coba dan berhasil didaur ulang menjadi minyak,"terangnya.

Atas keberhasilan mendaur ulang sampah ini, dirinya berniat untuk membantu masyarakat Banda serta memberikan edukasi bagi masyarakat di Banda agar sampah plastik jangan lagi dibuang sembarangan. Tetapi bisa dibawa ke gedung pengolahan atau diangkut oleh pekerja di yayasannya untuk diolah menjadi minyak.

"Insya Allah, kalau ini berjalan lancar, kita akan sistem barter, mungkin masyarakat datang bawa sampah plastik ke kita kemudian kita barter dengan minyak hasil daur ulang. Ini supaya masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan seperti di jalan, pantai maupun laut,"sambungnya.

Disamping itu juga, kata Maga, yayasannya juga dibantu oleh Pemkab Maluku Tengah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan memberikan Bank Sampah. "Jadi seperti yang beta (saya) bilang tadi, bank sampah ini fungsinya sebagai tempat kumpul sampah. Kalau masyarakat datang bawa sampah, kita barter dengan minyak hasil daur ulang, seperti begitu. Mudah-mudahan ini berjalan lancar,"ujarnya.

Untuk bank sampah ini, kata dia, juga sudsh dilakukan sejak lama. Dimana bank sampah ditempatkan di lokasi-lokasi keramaian seperti adanya event. "Kalau event itu kita siapkan bank sampah, sehingga masyarakat tidak buang sampah sembarangan, tapi langsung ke bank sampah ini,"jelasnya. (RUZ)

Penulis:

Baca Juga