Sekilas Info

Pagar Kantor Terkunci, Security Ternyata Sudah Tewas

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON- Karyawan PT Makmur Jaya Sentosa sempat heran. Hingga Rabu (20/11) sekira pukul 07.30 WIT, pagar kantor yang berada di Desa Suli RT 028 Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah, ini masih terkunci rapat. Usut punya usut, ternyata Paulus Johanis Termatury, security yang bertugas jaga malam ini, sudah tidak bernyawa.

Pria 50 tahun ini ditemukan tewas terlentang tepat di depan pintu kamar mandi Pos Security kantor tersebut. Ia ditemukan para karyawan setelah pintu pagar dibuka dari dalam oleh Savio Pauuma (26), salah satu karyawan yang diminta melompat pagar.

Saat ditemukan, Warga Desa Suli ini meregang nyawa dengan mengenakan baju kaos, dan celana dinas kain berwarna biru tua serta ikat pinggang warna cokelat. Mulutnya tampak mengeluarkan darah.

"Awalnya Savio tiba di kantor pukul 07.30 WIT. Ia melihat karyawan lain masih berada di luar pagar. Oleh teman-temannya lalu meminta dia melompat pagar untuk membuka pintu dari dalam. Saat pintu dibuka para karyawan yang masuk lalu melihat korban sudah meninggal di depan WC Pos Security," kata Sumber Kepolisian kepada Kabar Timur.

Setelah korban ditemukan, sekira pukul 08.05 WIT, empat orang karyawan kantor PT Makmur Jaya Sentosa mendatangi Mapolsek Baguala melaporkan kasus penemuan mayat yang adalah rekan sendiri.

Menerima laporan, tak lama berselang Kapolsek Baguala Iptu Morlan Hutahahean didampingi Kanit Intelkam dan Kanit Reskrim bersama 5 personil datangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kasus itu dilaporkan ke Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease. Tiga personel Inavis Polresta dipimpin Kanit Buser Aiptu A. Lalo tiba Di TKP. Garis polisi dipasang dan dilakukan olah TKP.

Menurut keterangan ayah kandung korban Herman Termatury (82), anaknya itu sakit batuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya. Kala itu ayah korban ketahui karena melihat putranya di kamar mandi rumah Rabu (13/11) lalu.

Korban kemudian sempat di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku di Tantui Kota Ambon untuk diperiksa.

"Korban diduga meninggal akibat sakit yang belum diketahui. Ini dikuatkan dengan keterangan orang tua korban," tambah korban menduga.

Kematian korban sudah diikhlaskan keluarganya. Mereka meminta pihak kepolisian untuk tidak dilakukan otopsi terhadap jenasahnya.

"Penolakan otopsi terhadap jasad korban tertuang dalam surat pernyataan penolakan outopsi," tutupnya.

Paur Subbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Ipda Isaak Leatemia membenarkan penemuan mayat tersebut.

"Iya benar. Kejadiannya tadi pagi. Tapi keluarga korban menolak otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya," kata Leatemia kepada Kabar Timur, via selulernya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga