Sekilas Info

Korban Tantang Polisi Tes DNA Bayi “Kemuliaan”

Elvis Umpenawany

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON- 15 saksi yang sudah dimintai keterangan apakah belum cukup? Kalau dong mau klarifikasi karena ada masalah gereja, ini jadi satu alasan juga di Polres.

Orang tua dari dua putri korban persetubuhan yang diduga dilakukan pendeta Elvis Umpenawany mendesak Polres Seram Bagian Barat (SBB) dan Polda Maluku menuntaskan kasus tersebut.

Pendeta Elvis mengaku dirinya sebagai Tuhan Yesus, hanya untuk menyetubuhi belasan gadis Desa Rumberu Kecamatan Inamosul, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Saya heran, kalau mereka (korban) tidak mengaku, kan polisi harus bisa membuktikan to dengan cara tes DNA ka, pinta pendeta Presly H. Porobate, orang tua dari dua wanita yang telah ditiduri pelaku Tuhan Palsu tersebut. Sebelumnya, Presly H. Porobate diinisialkan sebagai PP oleh Kabar Timur.

Presly mengaku dirinya berprofesi sebagai pendeta dan memberikan pelayanan kepada jemaat Genesis dibawah pimpinan pendeta Elvis Umpenawany sejak tahun 2014 silam. Tapi dirinya terpaksa keluar dari jemaat Genesis lantaran ajaran yang dibawa telah melenceng dari ajaran Yesus.

Ia benar saya pernah di situ (Jadi pendeta di jemaat Genesis). Selama saya pelayanan dari tahun 2014 itu, kan jemaat ini pecah menjadi dua. Kita ada satu Zaitun dan satu Genesis. Genesis ini dibawah pimpinan Elvis Umpenawane. Dua ini masih dibawah GKPII, ungkap Presly.

Presly memilih keluar setelah melihat ada ritual aneh yang menyimpang dari ajaran Yesus. Dirinya melihat seorang wanita yang menjadi korban persetubuhan pelaku dibawa dan ditempatkan di depan jemaat. Kala itu, puji-pujian sambil menari-nari dilakukan dan langsung diberikan pengumuman.

Saat itu pada malam Minggu tahun 2017. Saya lupa tanggal dan Bulan. Saya melihat kenapa ada seorang perempuan bernama Widya itu. Langsung disampaikan bahwa anak itu hamil, hamilnya bukan dengan manusia, sementara anak ini tidak ada tunangan (pacar), tetapi hamil kemuliaan yang bayinya disebut bayi kemuliaan, katanya.

Presly mengisahkan, mereka mengarang cerita melalui mimpi. Dimana ada cahaya turun dari langit ke rumah Widya. Kemudian ada seorang tukang ojek yang memperankan sebagai saksi melihat cahaya masuk ke rumah korban tersebut.

Lalu tukang ojek menceritakan dalam gereja bahwa ada cahaya dari langit turun ke rumah Widya, supaya membuktikan bahwa bayi ini adalah bayi dari atas, bukan bayi dari Elvis. Ada juga saksi yang melihat Elvis ini keluar dari rumah Widya melalui jendela. Saksi ini ada dan sudah diambil keterangan di Polres SBB. Saksi semua lengkap dari cerita cerita ini, katanya.

Dari cerita yang tidak masuk akal dan melenceng dari ajaran Yesus tersebut, Presly kemudian memilih keluar. Tahun 2017 beta ambil anak istri beta bilang kalau seperti ini katong harus keluar karena ajaran ini sudah keluar dari ajaran Yesus, terangnya.

Setelah keluar dari Genesis, Presly sontak terkejut mengetahui jika kedua putrinya juga menjadi korban kebiadaban pelaku tersebut. Kita sudah keluar tapi tidak tahu anak (saya) ini sudah jadi korban. Dan dua orang anak ini sangat merahasiakan ini. Mereka seakan akan menganggap barang itu bagus, karena ini kan rahasia kemuliaan Allah. Karena jika membuka rahasia ini itu pasti mati. Ini terjadi saat masih berada di Genesis, ungkapnya.

Presly mengaku kedua putrinya disetubuhi berkali-kali dari Manado, hingga di Rumberu. Bahkan, aksi bejat pelaku Tuhan Palsu itu juga menyetubuhi dua putrinya di dalam rumah sendiri tanpa sepengetahuannya.

Satu kali di Manado dan banyak kali di Elvis punya rumah dan di beta pung rumah di Rumberu. Katong saja orang tua tidak tahu mereka di dalam itu bikin bersetubuh, karena katong tahu itu pendeta bagus, pendeta hebat, bukan pendeta salah salah, pendeta ini sangat terhormat. Katong sangat hormati dia luar biasa, disanjung, dimuliakan. Rumah saja beta yang bantu. Dia ada rumah itu beta yang bikin. Meja makan yang harga 8 juta itu beta yang bikin. Karena memang katong pung senior dan katong seng tahu kalau dia jadi penjahat, tegasnya.

Jika dari pihak mereka melakukan klarifikasi, tambah Presly, merupakan hak mereka. Hanya saja polisi harus bisa membuktikan dengan cara melakukan tes DNA. 15 saksi yang sudah dimintai keterangan apakah belum cukup? Kalau dong mau klarifikasi karena ada masalah gereja, ini jadi satu alasan juga di Polres. Padahal ini kan person, bukan internal gereja. Mereka ini bikin sesuatu yang tidak masuk akal, tandasnya.

BANTAHAN GKPII

Sementara itu, Gereja Kristen Protestan Injili Indonesia (GKPII) menganggap berita edisi 12 November 2019, berjudul: Ngaku Tuhan, Belasan Gadis Dietubuhi Pendeta ini dan berita yang sama dionline kabartimurnews.com sebagai bentuk penggiringan opini dan memvonis Pdt. Elvis Umpenawany.

Hak jawab GKPII disampaikan melalui rilis yang diterima Kabar Timur, kemarin yang ditandatangani Ketua dan Sekretaris Umum GKPII, Pdt Lien Kuhuwae dan Pdt Makjen Simanjuntak.

GKPII meminta semua pihak menghargai proses hukum. GKPII menepis Pdt. Elvis mengaku dirinya sebagai Tuhan Yesus, sebab sampai sekarang tidak ada bukti audio atau rekaman. Dan tidak ada bukti pendeta Elvis menyebarkan ajaran sesat, tegas GKPII dalam rilisnya tertanggal 12 November 2019.

GKPII juga menepis pengikut atau jemaat Genesis mencapai ribuan tersebar di beberapa daerah di Indonesia. GKPII Jemaat Genesis hanya ada dua, yakni GKPII Jemaat Genesis Ambon dan Genesis Zaitun kilometer 9 Seram Bagian Barat, katanya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga