Sekilas Info

BPBD Akui Jumlah Pengungsi Alami Kenaikan Akibat Hoax

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON- Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku, Farida Salampessy mengakui jumlah pengungsi cenderung mengalami kenaikan hingga hari ke-10 pasca gempa berkekuatan 6,8 magnitudo yang mengguncang tiga wilayah di Maluku 26 September pekan lalu.

Hal ini disampaikannya saat dikonfirmasi awak media di Posko Penanganan Bencana Gempa Provinsi Maluku di aula Korem 151/Binaiya, Ambon, Sabtu (5/10).

Faktor yang mendorong naiknya jumlah pengungsi ini kata dia adalah isu-isu tidak benar alias hoax masih kerap beredar di tengah-tengah masyarakat.

"Informasi diluar begitu (ada kenaikan jumlah pengungsi), tapi belum ada angka yang pasti. Seperti itu dari rapat ini ada kecenderungan naik, karena hoax itu,"sebutnya.

Meski mengakui terjadi kenaikan jumlah pengungsi akibat beredar hoax, Salampessy juga mengaku belum bisa memastikan seberapa banyak kenaikan jumlah pengungsi. "Berapa banyak, kepastiannya belum,"tandasnya.

Sebelumnya diberitakan Kabar Timur, hingga hari kedelapan pasca gempa berkekuatan 6,8 magnitudo yang melanda tiga wilayah di Provinsi Maluku 26 September pekan lalu, tercatat masih ada sebanyak 95.252 pengungsi yang menempati lokasi-lokasi pengungsian.

Dikatakan Humas Posko Satgas Penanganan Bencana Gempa Provinsi Maluku, Frona Koedoeboen, jumlah tersebut telah alami penurunan dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

Dikatakannya, jumlah pengungsi sesuai data yang diupdate Posko Satgas Penanganan Bencana Gempa Provinsi Maluku hingga Kamis (3/10) pukul 13,00 wit, di Kabupaten Maluku Tengah menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak.

"Rinciannya, Maluku Tengah 50.250 orang, Kabupaten SBB 42.0066 dan Kota Ambon 2.940 orang,"ungkapnya saat berikan keterangan pers di Posko Satgas Penanganan Bencana Gempa Bumi Provinsi Maluku pada aula Kprem 151/Binaiya, Ambon, Kamis siang.

Untuk korban luka sesuai data sementara, dirincikan Koedoeboen, di Kota Ambon tercatat sebanyak 27 orang, Kabupaten Maluku Tengah luka berat 72 orang dan luka ringan 18 orang. Sementara di SBB korban luka tercatat sebanyak 3 orang alami luka berat dan 29 orang luka ringan. "Totalnya luka ringan 75 orang dan luka berat 74 orang,"tandasnya. (RUZ)

Penulis: kabartimur

Baca Juga