KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Jumlah jamaah haji Maluku meninggal dunia di musim haji tahun 2019 bertambah. Sebelumnya dua jamaah haji Maluku atas nama Ahmad Dahlan bin Fattah (74 tahun) asal Kabupaten Buru dan Hasan Raharusun (73), Kabupaten Maluku Tenggara meninggal saat melaksanakan wukuf di Arafah.
Dua jamaah haji lainnya yang meninggal adalah Nasia Nasir Dede, jamaah haji asal kabupaten Buru Selatan. Jamaah haji Kloter 12 ini meninggal di asrama haji Sudiang, Makassar. Dan Lussy Rahma Sabar, jamaah Kabupaten Seram Bagian Timur yang tergabung dalam Kloter 14. Wanita usia 59 tahun ini meninggal di Makkah, Arab Saudi.
Wafatnya empat Tamu Allah ini meninggalkan duka mendalam, bukan saja keluarganya, tapi juga daerah. Duka juga dirasakan Gubernur Maluku, Murad Ismail. Menurutnya, empat jamaah haji yang meninggal dunia menjadi duka yang terdalam bagi Maluku. Kepada keluarga jamaah haji yang ditinggalkan, Murad berharap, tetap tabah dan bisa menerima dengan lapang dada.
“Untuk mencapai predikat haji mabrur tidaklah mudah, butuh proses panjang yang melelahkan. Selaku Pemerintah Provinsi Maluku, kami turut berduka atas empat orang jamaah haji yang wafat saat menunaikan rukun Islam kelima ini,” kata gubernur dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Maluku, Hamin Bin Taher, pada pemyambutan jamaah haji Maluku di Asrama Haji Waiheru, Ambon, Selasa (27/8).
Jamaah haji yang telah kembali berkumpul bersama keluarga setelah menjalankan ibadah haji diharapkan bisa menjadi teladan setelah kembali di kampung halaman masing-masing.
“Diharapkan jamaah haji dapat menunjukan sikap pribadi yang positif, senantiasa meningkatkan ketaqwaan dan menjadi teladan bagi masyarakat di lingkungan sekitar, sehingga bisa memberikan nilai positif bagi pembangunan mental masyarakat dilingkungan yang menjadi tempat tinggal jamaah haji,” harap dia.



























