Sekilas Info

Rekrutmen Komisaris-Direksi BM Belum Berproses di OJK

Istimewa/Kabartimurnews

KABARTIMURNEWS.COM, Secara resmi berkas dari bank (Bank Maluku-Malut), belum diterima.Setelah resmi diajukan OJK segera proses.

Teka teki siapa yang bakalan duduk di jajaran pengurus PT Bank Maluku- Malut masih tanda tanya. Setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) beberapa calon komisaris maupun direksi yang disebut-sebut belum final oleh Gubernur Maluku Murad Ismail karena harus berproses di OJK, ternyata hal itu belum jalan sama sekali di lembaga pengawas keuangan tersebut.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Maluku Bambang Hermanto dikonfirmasi mengaku, kalau proses rekrutmen sejumlah posisi pimpinan di bank pelat merah milik pemda dua provinsi itu memang terkait dengan lembaga yang dipimpinnya. 

Namun saat ditanyakan soal proses administrasi terkait rekrutmen calon komisaris dan direksi PT Bank Maluku-Malut, Bambang mengaku agak terkejut. Pasalnya proses itu sama sekali belum berjalan dilakukan pihaknya, sebab PT Bank Maluku-Malut belum menyampaikan berkas para calon komisaris dan direksi untuk diteliti.

“Kami belum menerima secara resmi berkas dari bank (Bank Maluku-Malut), akan kami proses setelah resmi diajukan,” Bambang menjawab melalui WhatsApp, Sabtu sore pekan kemarin.

Sejak diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) beberapa waktu lalu sejumlah nama akhirnya mencuat. Di jajaran komisaris mantan Wakil Walikota Ambon Sam Latuconsina disebut-sebut sebagai calon kuat komisaris utama PT Bank Maluku-Malut.

Beberapa nama juga disebut di jajaran direksi Arief  Burhanudin Waliulu ditunjuk selaku calon direktur utama. Ada juga beberapa nama sebagai calon direksi yang lain. Tapi kemudian Murad mengeluarkan pernyataan, semua belum final. “Khan masih diproses OJK,” katanya.

Dikonfirmasi wartawan, hingga Sabtu pekan kemarin, Pemegang Saham Pengendali PT Bank Maluku-Malut itu belum memberikan tanggapannya atas informasi yang disampaikan pimpinan OJK Maluku itu. 

Namun sebelumnya Murad  pernah meluruskan informasi kalau mereka yang diputuskan dalam RUPS masih berproses di OJK. Siapa yang terbaik setelah melalui penilaian OJK yang bakal menduduki jabatan Komut.  

“Belum, mereka masih masuk dengan OJK. Saya minta jangan cuma dua nama untuk calon Komisaris Utama dan Komisaris Independen. Jangan cuma dua yang dikirim, tapi tiga bisa empat. Dari Yang terbaik itu kita kasih (mengemban jabatan),” kata Murad di kantor Gubernur Maluku, Ambon, Selasa (23/7) lalu.

Disinggung apakah posisi Sam belum aman? Murad membantahnya. “Bukan belum aman, dia harus ikut tes lagi di OJK. Bukan Nggak aman. Kita kalau kasih dua nama saja berarti tidak ada pilihan, pokoknya percaya sama saya, saya tidak main-main dengan jabatan saya,” tegas mantan Dankor Brimob Polri itu. 

Pasca RUPS yang digelar di Jakarta (17/6) lalu yang dihadiri pemegang saham yakni para bupati/ walikota dipimpin Gubernur Maluku Murad Ismail selaku PSP salah satunya memutuskan Arief Burhanudin Waliulu yang sebelumnya menjabat Plt Direktut Utama dan Direktur Umum Bank Maluku-Malut sebagai direktur utama. 

RUPS juga menyepakati perubahan jajaran direksi dan mengangkat komisaris independen Bank Maluku-Malut. Direktur Pemasaran dijabat  Jetty Likur sebelumnya menempati  salah satu jabatan di Bank Mandiri Jakarta menggantikan Aleta Da Costa.  

Berikut Direktur Umum dijabat Joly  Pulung sebelumnya menjabat sebagai Kepala  Cabang Bank Maluku–Malut di Tobelo, Malut.

Sebulan pasca RUPS, mereka yang diangkat hingga kini masih menjalani uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test di OJK Pusat Jakarta. Bahkan beradar kabar, sejumlah nama disodorkan oleh Gubernur Maluku, Murad Ismail untuk menjalani seleksi sebagai Komut Bank Maluku-Maluku Utara. Salah satunya,  Basri Adly Bandjar, mantan Sekretaris Kota Tual. 

Sebelumnya, Kepala OJK Maluku, Bambang Hermanto mengatakan, OJK Pusat akan melakukan fit and proper test bagi direksi dan komisaris Bank Maluku-Malut yang baru. “Apakah hasilnya memenuhi syarat atau tidak, kita tunggu saja,’’ kata Bambang usai menemui Gubernur Maluku, Murad Ismail di kantor gubernur, pada 25 Juni lalu.

Bambang mengapresiasi, pelaksanaan RUPS Luar Biasa yang digelar beberapa waktu lalu di Jakarta. “Hasil RUPS prosesnya baik. Kita apresiasi sudah ada penetapan calon pengurus Bank Maluku-Malut. Ini posisi pengurus sudah kosong sejak lama. Kita berharap, pengurus yang baru bisa kembangkan Bank Maluku-Malut ke depan lebih baik,’’ harapnya. (KTA)

Penulis:

Baca Juga