Sekilas Info

Hari ini Duo Pattimura Muda Berlaga di China

Sultan Aksha Leisela Hentihu dan Ilham Samal

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Kiprah Tim Nasinoal U-12 di turnamen Soong Ching Ling Cup, Kota Hangzhou, Cina hari ini diuji. Skuat Garuda Muda Indonesia ini akan menjalani laga perdana menghadapi Timnas Vietnam. 

Sehari sebelum bertanding, tim besutan Rusman ini berlatih dan beradaptasi dengan iklim di negara tirai bambu. Dua putra asal Maluku menjadi bagian dari Timnas U-12, M. Sultan Aksha Leisela Hentihu dan Ilham Samal.

Sultan  dan Ilham dipastikan siap berlaga di turnamen yang diikuti 11 negara, 2-8 Agustus 2019. 

Sejak tiba di China, Rabu (31/7) lalu, Sultan dan Ilham telah mampu menyesuaikan diri dengan iklim di China. Sultan menempati posisi gelandang sayap (winger), sedangkan  Ilham gelandang bertahan (midfielder) andalan Timnas U-12.

Timnas Indonesia U-12 bisa dikatakan memiliki prestasi yang cukup membanggakan di kancah internasional. Terakhir, mereka berhasil menempati peringkat 8 Piala Dunia U-12 usai tampil di ajang Danone Nations Cup 2017. Sayangnya, langkah Garuda Muda harus terhenti setelah takluk dari Meksiko dengan skor 0-2 di babak perempatfinal dan gagal melaju ke babak semifinal.

Turnamen Soong Ching Ling Cup merupakan pertandingan persahabatan sepak bola muda antara China dan ASEAN bekerjasama dengan Yayasan Soong Ching Ling, Asosiasi Sepak Bola China, dan Pusat China-ASEAN. Pertandingan ini digelar untuk memperingati 25 tahun hubungan China dengan negara-negara di ASEAN, di mana hampir 1.000 penonton selalu menghadiri pertandingan.

Deputi III Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI, Raden Isnanta mengatakan, keberangkatan Timnas Indonesia U-12 ini diharapkan agar para pemain dapat belajar lebih jauh tentang membangun kekompakan tim dan sekaligus menimbah pengalaman setelah bertanding dengan timnas negara-negara lain di turnamen ini.

“Belajar tidak harus teks book tapi, para pemain juga harus mempersiapkan diri dengan belajar secara langsung dengan melihat sendiri dan mengalami sendiri. Sekarang Indonesia harus menyiapkan generasi muda dengan pemain-pemain mudanya untuk menuju olimpiade dan Piala Dunia,” kata Raden  saat melepas ke-15  pemain  Timnas U-12 di Jakarta, Selasa (30/7) lalu. 

Indonesia, kata Raden, selama ini sudah banyak mengikuti event-event berskala dunia, baik ke Swedia, Cina, Singapura dan sejumlah negara lainnya. Dan selama ini, pengembangan sepak bola Indonesia terus berkembang dan akan terus dilakukan untuk mencari pemain-pemain muda potensial. “Kita akan terus mencari pemain yang terbaik dari yang baik ini,” ujar dia. 

“Dari usia dini kita harus siapkan generasi menjadi pemain sepakbola berkualitas. Kualitas itu salah satunya juga meningkatkan kematangan anak-anak usia muda dalam kompetisi. Kalau sering melakukan kompetisi di dalam negeri, tentu sudah sering bertemu karakteristik yang nyaris sama,” sambung Raden.

Untuk itu, lanjut dia,  dengan adanya kompetisi ke internasional event seperti yang dilakukan oleh Sepakbola Anak Indonesia (SBAI) U-12 ke Cina, akan bertemu negara lain. “Dengan demikian anak-anak akan banyak belajar bagaimana karakteristik permainan lawan, bagaimana cara membangun tim yang bagus, bagaimana kebersamaan sebuah tim yang bagus, disitulah tempat pembelajaran yang efektif,” ujarnya. 

Sultan kelahiran Ambon, 19 Juni 2018, dari pasangan M. Azis Hentihu dan Ny Vadila Assagaf. Ayah Sultan, saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Buru, Anggota DPRD Provinsi Maluku terpilih dan juga Raja Petuanan Adat Leisela, Pulau Buru. Sedangkan Ilham

Kepada Kabar Timur, Ayah Sultan, M. Aziz Hentihu mengaku, Sultan sejak kecil terpantau sudah menyukai bola. Hampir saban hari, Sultan selalu merengek minta dibelikan bola, sepatu hingga kostum bola tim-tim besar dunia maupun regional.

“Sejak kecil suka sama bola sudah terpantau. Kita ini kan keluarga pemain bola, kakek Sultan dari ibu juga pemain bola, dan saya sendiri juga begitu. Ini yang kata orang talentanya bola pada keluarga,” tutur Azis.

Sultan mengidolakan mantan pemain Timnas Italia Filipo Inzhagi. Sejak bersekolah di SD Alfatah Ambon, saban jam istirahat sekolah, bola menjadi teman Sultan, hingga lonceng berbunyi masuk kelas.

Bahkan, sejak kelas 4, Sultan sudah meminta mendaftarnya di Sekolah Sepak Bola Alba Hatukau yang bermarkas di Galunggung Ambon. Sekolah bola ini dilatih Dullah Wabulla. Atas permintaan Sultan, sang ibu akhirnya mendaftarkan Sultan, ke sekolah sepakbola Alba Hatukau.

Sejak itu Sultan, mulai membagi waktu, antara belajar dan berlatih bola. Selain dilatih coach Dullah, sesekali Sultan dilatih kakeknya Najib Assagaff yang juga mantan Tim Nasional Garuda di era tahun 1980-an. Ayahnya Aziz juga maniak bola, jadi spirit Sultan menjadi pemain bola hebat.

SSB Alba Hatukau, tempat Sultan berlatih rutin maupun laga persahabatan ke beberapa daerah di Pulau Ambon dan terakhir mengikuti turnamen Menpora Cup Maluku di Ambon. SSB Alba Hatukau  sebagai pemenang Juara Maluku 2019

Sejak itu, diadakan rekrutmen seleksi Timnas Usia 12 (U-12). Atas Bimbingan Dullah Wabulla, Sultan lolos seleksi menjadi salah satu skuad ke Piala Hoong Ching Ling Cup di China 2019.

Sedangkan,  M. Ilham Samal adalah cucu dari Raja Kulur dan juga terpantau pernah ikut main pada Menpora Cup-12. Anak dari pasangan Salim Agil Samal dan Ny Sari Namkatu, masuk dalam skuad U-12.

Ketua Umum SBAI, Dani Septia Iskandar, mengucapkan rasa terima kasihnya Kemenpora sudah melepas Tim SBAI U-12. “Saya ucapkan terima kasih kepada pihak Kemenpora, yang diwakilkan Deputi Pembudayaan Olahraga, Raden Isnanta, sudah menerima serta melepas Tim SBAI U-12. Semoga dukungan yang diberikan Kemenpora, bisa menambah semangat dan memotifasi anak-anak dalam mengikuti turnamen ini serta mendapatkan hasil yang maksimal,” ujar Dani. (KT)

Penulis:

Baca Juga