Sekilas Info

2 Tersangka Narkotika Terancam Mati

Foto: Ruzady Addis/Kabar Timur

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku meringkus 2 warga Kota Ambon, pengedar narkotika yang diduga merupakan jaringan antar provinsi. Keduanya sudah ditetapkan tersangka dan terancam hukuman mati. 

Dua tersangka itu adalah RP alias E, seorang pemuda dan teman wanitanya JM alias C. Mereka diciduk tim pemberantasan BNNP Maluku bersama barang bukti narkotika jenis sabu seberat 83,57 gram, Rabu (29/7). 

Plh Kepala BNNP Maluku Abner Timisela mengaku, dua tersangka ditangkap di depan kantor Jasa Pengiriman J&T, yang berada di Jalan Rijali, Belakang Soya, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Kedua tersangka diringkus setelah mengambil satu paket barang kiriman dari Jakarta. Di dalam paketan itu berisi tiga paket narkotika jenis Amphetamin. 

“Di dalam kiriman itu berisi tiga paket narkotika jenis sabu dengan berat total 83,57 gram,” kata Timisela yang didampingi Kepala Bidang Pemberantasan Nur Alim, saat menggelar press release di Markas BNNP Maluku, Karang Panjang Ambon, Kamis (1/8). 

RP dan JM dibekuk setelah aparat BNNP Maluku mendapat informasi dari masyarakat. Melalui informan, tim pemberantasan melakukan penyelidikan dan pemantauan di kantor jasa pengiriman barang tersebut. 

“Setelah dapat info bahwa akan ada pengambilan paketan kiriman di salah satu ekspedisi di Kota Ambon, kami lalu melakukan control delivery dan pemantauan dan berhasil menangkap dua jaringan antar provinsi itu,” ungkapnya. 

Berhasil diamankan, tim kemudian melakukan penggeledahan terhadap dua tersangka dan satu paket kiriman itu. Mereka langsung digelandang menuju Markas BNNP Maluku. 

“Saat diperiksa ternyata sabu-sabu terdapat di dalam gulungan pakaian. Ada tiga paket sabu di dalam kantong pelastik transparan. Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka,” tambah Kabid Pemberantasan Nur Alim. 

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, namun Nur Alim enggan menyebutkan Pasal berapa dalam Undang-Undang Narkotika nomor 35 tahun 2019 yang dipersangkakan terhadap RP dan JM. 

“Saya tidak bisa menyebutkan Pasal berapa karena itu sudah menjust mereka. Yang jelas mereka menguasai dan akan mengedarkan kepada pihak-pihak lain,” katanya. 

Menurutnya, barang haram yang mengandung zat adiktif ini berasal dari luar Maluku. Pihaknya saat ini masih terus mengembangkan perkara tersebut untuk mengungkap pelaku lainnya. “Yang jelas ancaman hukumannya ada yang hukuman mati, ada yang seumur hidup, dan minimal ada yang 20 tahun dan denda miliaran rupiah,” terangnya. 

Selain RP dan JM, BNNP Maluku juga berhasil menangkap seorang tersangka yang telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) berinisial HT alias A alias M. Ia ditangkap pada Rabu (31/7). 

HT jadi DPO setelah tim berantas meringkus tersangka JT alias J di depan Maluku City Mall (MCM) Jalan Jendral Sudirman Kecamatan Sirimau Ambon, Rabu (3/7) lalu. “Jadi HT ini DPO dari kasus dengan tersangka JT yang ditangkap bersama barang bukti narkotika jenis ganja seberat 770,72 gram,” tambahnya. 

Saat ini, lanjut Nur Alim, pihaknya sedang mengejar tersangka lainnya yang identitas mereka telah dikantongi. Yaitu berinisial ST alias A dan JL alias L. (CR1)

Penulis:

Baca Juga