Sekilas Info

Louhenapessy: UNESCO Dukung Pemkot Kembangkan Kota Inklusif

SENTHIA FERNANDIUS/KABAR TIMUR LOKAKARYA: Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Se-Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah (Komwil) VI,Richard Louhenapessy, saat membuka lokakarya tata kelola kota inklusif di Ballroom Hotel Aryaduta, Manado, Jumat (26/07).

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON- United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) mendorong seluruh pemerintah kota di Indonesia untuk mengembangkan kota inklusif.

Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Se-Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah (Komwil) VI,Richard Louhenapessy, saat membuka lokakarya tata kelola kota inklusif di Ballroom Hotel Aryaduta, Manado, Jumat (26/07), menyebutkan, UNESCO telah memberikan dukungan kepada sejumlah pemerintah kota untuk dapat mengembangkan kota inklusif.

“Karena itu seluruh pemerintah kota memandang perlu untuk membentuk forum yang lebih solid untuk mendiskusikan berbagai kebijakan, pengetahuan, serta pengalaman dalam membangun Kota Inklusif,” jelas Louhenapessy.

Dikatakan, sejak bulan September 2016 APEKSI mulai menjalin komunikasi intensif dengan UNESCO untuk pengembangan jaringan kota inklusif. Hingga akhirnya, pada 30 Maret 2017 APEKSI bekerjasama dengan UNESCO melakukan pertemuan perdana untuk membentuk Pokja kota inklusif.

“Hal inilah yang kemudian menjadi semacam alarm bagi kami pengurus APEKSI Komwil VI untuk menggagas lokakarya tata kelola Kota Inklusif ini dengan mengambil tema endorong partisipasi semua pihak menuju kota inklusif,” ucapnya.

Sementara itu, Walikota Manado, Vicky Lumentut, menjelaskan, kota inklusi sendiri secara sederhana diartikan kota yang ramah bagi semua warganya. Dengan pengertian ini, Kota Manado saat ini telah dicanangkan jauh sebelumnya sebagai kota doa.

“Manado sebagai kota doa dimana toleransi antar umat beragama akan dijaga dan dipelihara dari berbagai suku agama dan ras karena Manado adalah Rumah kita bersama,” katanya.(MG2)

Penulis:

Baca Juga