Sekilas Info

Mahasiswa STP Banda Demo

Istimewa

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Hatta-Sjahrir Banda Neira menggelar demonstasi di kantor Kecamatan Banda, Kota Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (25/7).

Aksi demonstrasi ini dilatarbelakangi penolakan terhadap rencana pembangunan cold storage di lokasi penelitian mahasiswa di kawasan Rumah Biru, Lautaka, Desa Merdeka oleh Nasichun Amin.

Dalam aksi demo yang dipimpin Koordinator Lapangan, Sanip Kohunusa, demonstran menolak tegas rencana pembangunan instalasi pengawetan ikan tersebut. Pasalnya, lokasi Rumah Biru dipakai STP Hatta-Sjahrir sebagai tempat penelitian budidaya ikan bagi para mahasiswa.

Apalagi, kata Sanip, STP Hatta-Sjahrir sudah mengantongi izin dari Dinas Perhubungan Laut Kabupaten Malteng untuk menggunakan lokasi Rumah Biru sebagai lokasi penelitian.

Menurutnya, pendemo tidak anti investor dan inventasinya di Kecamatan Banda. Namun yang ditolak adalah pembangunan cold storage karena dinilai bakal mengorbankan pendidikan ratusan anak-anak Banda yang mengenyam pendidikan di kampus Hatta-Sjahrir.

“Jangan sampai keuntungan yang sedikit merugikan masa depan SDM di Kecamatan Banda,” ingat Sanip.

Masalah ini, akuinya, telah dipertanyakan oleh delegasi mahasiswa dengan Camat Banda dan Raja Negeri Merdeka. Tapi jawaban yang diterima, kedua unsur pemerintah daerah itu mengaku tidak tahu menahu soal pembangunan cold storage oleh Nasichum Amin.

“Mereka juga tidak tahu dalam proses pembangunan cold storage, karena yang bersangkutan, yaitu Nasichum Amin tidak datang membuat IMB,” urainya

Informasi yang diterima Kabar Timur, diduga Nasichum Amin belum mengantongi IMB terkait pembangunan cold storage di lokasi itu.

Sementara lahan di kawasan Rumah Biru, Lautaka itu belum pasti milik mertua Nasichun Amin, Jamaludin. Pasalnya, Nasichum sendiri belum bisa menunjukkan bukti IMB maupun kelengkapan surat kepemilikan lahan yang diklaim milik mertuanya.

Nasichun Amin yang pernah dikonfirmasi masyarakat hanya berdalih, jika surat-surat kepemilikan tanah itu ada pada mertuanya yang sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Tapi belum lagi beres terkait kepemilikan lahan ini, Nasichun nekat melakukan pembersihan lokas bahkan membangun fondasi di sekitar Rumah Biru.

“Padahal persoalan ini sudah dilaporkan ke Polsek Banda dan Pak Nasichun sudah dua kali dipanggil Polsek. Tapi tidak pernah datang,” ungkap sumber. (RUZ)

Penulis:

Baca Juga