Sekilas Info

Jebakan “Batman” Said Assagaf

Said Assagaff

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Partai Golkar memastikan DPD Partai Golkar Maluku bermasalah dan bakal dibahas “khusus” termasuk penonaktifkan 10 Ketua DPD II.

Wakil Ketua Bidang Kaderisasi, DPD Golkar Maluku, Ridwan Marasabessy, yang juga inisiator pendukung Airlangga Hartato, ini mengaku, kecewa berat. Dia tidak sangka, Ketua DPD-nya Said Assagaf lakukan jebakan-jebakan untuk kepengurusannya sendiri.

“Pemimpin seperti ini tidak bisa jadi panutan. Untung saja tidak terpilih sebagai Gubernur Maluku. Allah Maha Tahu,” tegas Ridwan Marasabessy, kepada Kabar Timur, Sabtu, 13 July 2019, di Jakarta, dengan nada kecewa.

Kekecewaan Ridwan yang sempat ditunjuk Ketua DPD Golkar Maluku Said Assagaf, sebagai Plh Ketua DPD Golkar Maluku, sejak proses Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pilpres ini, “dihianati” oleh Ketua Assagaf dan Sekretaris DPD Golkar Maluku, Ruland Tahapary.

Jebakan atau mengunting dalam lipatan Said Assagaf yang juga mantan Gubernur Maluku satu periode dan gagal dapat kursi di dua periode itu berawal dari hasil pleno DPD Golkar Maluku, yang merekomendasikan 10 Ketua DPD II dinonaktifkan.

Assagaf berdalih rapat pleno yang digelar Pengurus DPD Golkar Maluku menonaktifkan 10 Ketua DPD II, dilakukan ilegal alias tanpa sepengetahuan dirinya. Padahal, faktanya ada tanda tangan “basah” Said Assagaf terkait pleno yang digelar pengurus DPD Golkar Maluku.

“Sebelum mengelar pleno, sejumlah Pengurus DPD Golkar Maluku mendatangi Ketua DPD Golkar Maluku, Said Assagaf di Makassar. Semua clear dan legal, karena disetujui, termasuk Ruland Tahapary yang berada diluar mempersilahkan Pengurus melakukan scan tanda tangannya,” papar Ridwan.

Setelah pleno diputuskan lantas, muncul bantahan dan sangahan Said Assagaf bahwa dirinya tidak pernah dikoordinasikan oleh pengurus DPD Golkar Maluku terkait pleno dimaksud. “Ini kan mengunting dalam lipatan terhadap kami,” tegasnya.

Kabar Timur yang berada di Jakarta, saat pertemuan resmi delapan provinsi DPD Partai Golkar termasuk Maluku, di Hotel The Riz Calton, Sabtu, melaporkan, dari delapan provinsi itu, hanya DPD Partai Golkar Maluku, yang tidak diperbolehkan menemui Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartato, sedangkan tujuh DPD lainya resmi bertemu Ketum.

Yang menarik, delegasi DPD Golkar Maluku yang hadir dalam undangan DPP di hotel itu terbagi dalam dua kubu. Satu kubu ngumpul di Kafe Luberica, dan kubu 10 DPD II yang dinonaktifkan ngumpul di kafe starback. Keduanya kubu dengan kafe yang berbeda, kendati, masih satu lokasi yak di Hotel The Riz Calton.

Kubu Ridwan Rahman Marasabessy bersama pengurus DPD Golkar Cs, berada di Kafe Luberica. Sedangkan, Richard Louhenapessy Ketua DPD II Golkar Kota Ambon bersama DPD II lainya, dan Ketua DPD Maluku Said Assagaf dan Sekretaris Ruland Tahapary memilih duduk di Kafe Starback.

Said Assagaf dan Ruland Tahapary tidak bergabung bersama pengurusnya Ridwan Marasabessy Cs, tapi, keduanya bergabung dengan Richard Louhenapessy Cs yang dinonaktifkan lewat pleno DPD Golkar Maluku.

Tak lama berselang, muncul Ketum Airlangga Hartato. Ketum lantas menuju Starback untuk bersilaturahmi bersama Richard Louhenapessy Cs. Tidak ada peranyataan resmi yang keluar dari Ketum dalam pertemuan itu. Kehadiran Ketum juga diinisiasi oleh Rizal Malarangeng Ketua AMPG atas permintaan Richard Louhenapessy.

Pada pertemuan singkat, lantas mereka (Richard Louhenapessy Cs), menyerahkan dukungan kepada Airlangga, yang diserahkan oleh Ketua DPD II Golkar Seram Bagian Barat, Frans Purimahua. Selanjutnya, Ketum meninggal mereka dan masuk ke Ballroom Hotel The Riz Calton, untuk melakukan pertemuan bersama tujuh DPD Golkar, minus DPD Provinsi Maluku.

“DPD Maluku tidak diperbolehkan masuk ruang pertemuan bersama Ketum. Ada masalah yang nanti diselesaikan DPP,” ungkap salah satu petinggi DPP Partai Golkar, kepada Kabar Timur. Isu yang berkembang di Hotel tempat berlangsung pertemuan itu, tentang DPD Golkar Maluku menyudutkan Ketua DPD Golkar Maluku Said Assagaf dan Sekretarisnya Ruland Tahapary.

Ridwan Rahman Marasabessy, yang juga inisiator pendukung Airlangga Hartato kepada Kabar Timur menegaskan, kehadiran dan dukungan para Ketua DPD II kepada Ketua Airlangga Hartato semata-mata hanya untuk menyelamatkan dari penonaktifkan mereka sebagai Ketua DPD II yang telah dilakukan DPD Golkar Maluku.

“Mereka-mereka ini (minus Pak Richard Louhenapessy), hanya untuk selamatkan posisinya sebagai Ketua DPD II yang dinonaktifkan, dengan modus memberikan dukungan kepad Pak Ketua Airlangga. Buktinya, mereka telah memberikan dukungan kepada Bambang Soesatyo,” tegas Ridwan, seraya mengaku, DPD II Golkar Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Buru dan lainnya.

Selain itu, kabar lainnya yang berhasil dihimpun Kabar Timur menyebutkan, Ketua DPD II nonaktif yang tidak hadir dalam pertemuan yakni: DPD II Golkar Kabupaten Buru, Ramly Umasugi. Pendukung berat Bambang Soesatyo ini, konsisten pada pendiriannya, sehingga memilih tidak menghadiri pertemuan bersama rekan-rekannya itu.

“Hanya satu Ketua DPD II Golkar Buru Ramly yang tidak hadir atau ikut di Hotel The Rizt Calton. Karena, Ramly konsisten mendukung Bambang Soesatyo,” sebut beberapa pengurus DPD Golkar Maluku terpisah. Memang Ramly Umasugi, tidak tampak dalam pertemuan di Kafe Starback itu. (TOS)

Penulis:

Baca Juga