Gempa di Malut Terasa Hingga Ambon

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, LABUHA - Gempa bumi magnitudo 7,2 terjadi di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Gempa yang terjadi pukul 18.10 WIT, Minggu (14/7), guncangannya terasa hingga di Pulau Ambon.

Meski tidak menimbulkan kerusakan, warga Kota Ambon yang berada di pusat perbelanjaan modern seperti Amplaz, MCM dan ACC sempat dibuat panik dan lari berhamburan ke luar gedung.

Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi di 62 km sebelah timur laut Labuha. BMKG menyebut gempa terjadi di koordinat 0,59 LS dan 128,06 BT. Pusat gempa berada di kedalaman 10 Km. “Tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG.

Sementara itu, Warga Labuha, Ibu kota Kabupaten Halmahera Selatan, yang bermukim di daerah pesisir mengungsi ke daerah ketinggian pascagempa yang mengguncang daerah itu pada Minggu petang pukul 18.28 WIT.

Salah seorang warga Labuha Muslim Pora menjelaskan, gempa yang melanda terasa kuat sekali mengakibatkan pintu dan jendela rumah berbunyi keras, bahkan gelas yang berada di atas meja sampai berjatuhan ke lantai.

Sesaat terjadi gempa warga Labuha langsung bergegas mengungsi ke dataran tinggi seperti kawasan Hidayat dan Papaloang karena khawatir itu diserta dengan tsunami.

“Warga yang mengungsi ada yang menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat tidak sedikit pula yang berlari dengan membawa barang seadanya, semuanya warga terlihat sangat panik,” katanya dihubungi dari Ternate, kemarin.

Pengunjung di sejumlah pusat perdagangan di Labuha seperti di Pasar Habibi juga langsung berhamburan pulang, bahkan yang sedikit langsung mengungsi ke daerah ketinggian tanpa sempat pulang ke rumah.

Sementara itu, Kepala BMKG Ternate Kustoro menjelaskan gempa berkekutan Magnitudo 7.2 berpusat di sekitar Gane Barat, sekitar 68 KM dengan kedalaam 10 KM dari kota Labuha dan tidak berpotensi tsunami.

Gempa tersebut dirasakan di Labuha 4-5 MMI dan di wilayah lainnya di Malut seperti di Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Tengah serta dirasakan pula Ambon dan Bitung.

“Gempa berkekuatan magnitudo 7.2 tidak menimbulkan berpotensi tsunami karena sifatnya berupa pergesaran lempeng, berbeda dengan gempa yang melanda di sejumlah wilayah di Malut pada Senin lalu berkekuatan Magnitudo 7.0 berpotensi tsunami karena sifatnya tumbukan turun,” katanya.

Dari Badan Penanggunlangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan diperoleh keterangan bahwa warga yang mengungsi ke daerah ketinggian bukan hanya di kota Labuha, tetapi juga warga di daerah pesisir lainnya di Halmahera Selatan, seperti di wilayah Babang, Kecamatan Bacan Timur.

BPBD Halmahera Selatan belum menerima laporan adanya korban jiwa dan kerusakan fisik akibat gempa tersebut, namun terus melakukan pengecekan di lapangan, terutama di wilayah Gane Barat yang berpusat gempa.

Warga Kota Ternate bermukim di daerah pesisir seperti di wilayah Lelong dan Salero juga mengungsi ke daerah ketinggian pascagempa Magnitude 7.2, namun beberapa saat kemudian banyak yang kembali ke rumah setelah mengetahui tidak berpotensi tsunami.

Kemacetan lalulintas terjadi di Kota Ternate. Warga yang berada di pusat perbelanjaan lari berhamburan ke luar gedung begitu merasakan gempa. Mereka panik dan berlari ke jalan raya. Warga juga berlari menjauhi rumah mereka. Sejumlah warga yang ketakutan mengungsi dengan menggunakan sepeda motor ke wilayah dataran tinggi. Akibatnya kemacetan di sejumlah ruasa jalan raya tidak terhindarkan. (AN/KT)

Penulis:

Baca Juga