Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Suami Pembunuh Istri Belum Tertangkap

badge-check


ILUSTRASI Perbesar

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Iwan Tamher, pelaku yang menghabisi nyawa istrinya, Satriani Samal belum berhasil dibekuk polisi. Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease masih melacak lokasi persembunyian pelaku.

Pedagang pisang di Pasar Mardika, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, itu melarikan diri setelah menusuk perut istrinya yang biasa disapa Ona menggunakan sebilah pisau, di lapak dagangan mereka, Minggu, 30 Juni 2019.

“Pelaku penganiayaan terhadap istrinya sampai meninggal dunia masih dalam penyelidikan,” ungkap Kasubbag Humas Polres Ambon Ipda Julkisno Kaisupy, Jumat (12/7).

Penyidik unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ambon telah memeriksa sejumlah orang sebagai saksi.

“Sampai saat ini sudah 5 orang yang kami mintai keterangannya sebagai saksi,” ujar mantan Kapolsek Teluk Ambon ini. Sebelumnya diberitakan, korban ditusuk setelah terlibat adu mulut dengan pelaku, suaminya di lapak dagangan mereka.

Pasangan uami istri ini sehari-hari menjual buah pisang di Pasar Mardika tepatnya di lorong samping Bank Artha Graha.

“Awalnya mereka bertengkar. Selang beberapa saat, saksi melihat suami korban melintas di sampingnya sambil menggendong anaknya. Saat itu saksi melihat pelaku memegang pisau,” kata Kaisupy mengutip keterangan saksi WL.

Korban meninggal mengenaskan. Isi organ perutnya keluar setelah mengalami luka robek akibat sabetan pisau yang dilakukan suaminya.

Korban baru diketahui terluka saat tersungkur di depan lapak Ibu Samsia. Setelah menusuk istrinya, suaminya kabur. “Kalau kejadian pertamanya beta (saya) kurang tahu, tapi beta sempat melihat suaminya lari menuju jalan raya. Kemudian Ona (korban) sudah jatuh di depan (lapak),” kata Samsia kepada Kabar Timur.

Samsia mengaku sering mendengar korban dan suaminya terlibat cekcok. Namun ia tidak mengetahui pasti penyebab keduanya sering adu mulut. “Sering cekcok, suaminya jahat,” ungkapnya. (CR1)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

15 Hari di Luar Daerah per Bulan: Pemerintahan KKT Dinilai “Jalan Setengah Mesin”, DPRD Didesak Ambil Sikap

25 Juli 2026 - 20:17 WIT

Pelni Ambon & Tim Gabungan Perketat Pengawasan Kapal dari Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Barang Terlarang

22 Juli 2026 - 21:30 WIT

BKKBN Maluku & Muslimat NU Bergandengan, Ubah Edukasi Stunting Jadi Aksi Nyata Lewat “Ibu Asuh”

21 Juli 2026 - 20:33 WIT

Ini Strategi Pemprov Maluku di Blok Masela Biar Putra Daerah Tak Cuma Jadi Penonton

21 Juli 2026 - 20:21 WIT

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Trending di Maluku