Sekilas Info

Dikbud Prioritaskan Program 100 Hari Kerja Murad-Abas

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah menjalankan pelbagai program untuk mendukung 100 kerja Gubernur-Wakil Gubernur Maluku, Murad Ismail-Barnabas Orno. Program kerja oleh seluruh perangkat daerah (OPD) mengacu pada visi-misi Murad-Abas.

Kepala Dinas Dikbud Maluku, M. Saleh Thio mengatakan, untuk prorgam yang berkaitan dengan pendidikan dan kebudayaan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya demi terwujudnya pendidikan Maluku yang berkualitas.

“Kami kini memprioritaskan program kerja yang memang mengarah pada visi-misi Pak Murad-Abas. Kami berharap dengan terlaksananya program tersebut, bisa menjawab persoalan pendidikan di Maluku dan pendidikan Maluku lebih berkualitas lagi,” kata Thio di Ambon, Kamis (11/7)

Menurutnya, program yang sudah dilakukan, diantaranya meluncurkan Kartu Maluku Pintar (KMP) diperuntukan untuk 200 siswa-siswi yang tersebar di SMA maupun SMK di Maluku.

Selain itu, diprogramkan juga Kartu Maluku Miskin (KMM) untuk siswa yang memang miskin. Kategorinya, orang tua dari siswa itu miskin yang dibuktikan dengan keterangan dari pihak sekolah maupun kepala RT/RW di mana siswa itu tinggal. KMM ini diperuntukan bagi 200 siswa-siswa SMA/SMK di Maluku.

“Program KPM untuk 200 siswa, program KMM juga 200 siswa. Untuk program KMM ada kategori yang memang menjadi persyaratan untuk si siswa menerima kartu itu,” tandasnya

Dikbud Maluku juga telah melakukan pentas musik dan budaya. Kegiatan tersebut untuk lebih memperkenalkan budaya Maluku dan memaksimalkan musik yang mana diketahui sebagai nadi orang Maluku.

“Orang Maluku ini terkenal dengan penyanyi-penyanyi topnya baik di kancah nasional maupun internasional. Dengan pentas musik ini, harapannya bisa memaksimalkan musik pada generasi muda Maluku agar lebih baik lagi ke depan,” ujar Thio.

Dikbud Maluku, lanjut dia, telah melakukan kegiatan peningkatan kompetensi 60 kepala sekolah (kepsek) SMA/SMK sekaligus mengirim 59 tenaga guru untuk pembekalan peningkatan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). “Prinsipnya, kami lakukan untuk mencapai pendidikan Maluku yang berkualitas tadi sama halnya dengan program 100 kerja Pak Murad-Abas,” terangnya.

Program apa lagi yang akan dilakukan? Thio mengaku, dalam kelanjutannya, Dikbud Maluku akan memprogramkan kampung Inggris pada lima titik yang menjadi objek wisata di Maluku, diantaranya di pantai pasir panjang Malra, Pantai Ora Malteng, lokasi wisata di Banda dan lainnya.

Dikbud akan memberdayakan masyarakat lokal di lokasi wisata agar mahir berbahasa Inggris dan diharapkan bisa memberi palayanan atau menjadi pemandu wisatawan. “Program ini sudah dilakukan di Negeri Batumerah dan Amahusu. Kami upayakan dilakukan di objek wisata lainnya di Maluku,” kata Thio. (MG3)

Penulis:

Baca Juga