KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Dugaan korupsi dana pelaksanaan Umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-28 Provinsi Maluku di Kabupaten Buru, mulai terkuak. Salah satunya, honor pengisi acara pembukaan kegiatan keagamaan itu belum dibayarkan, meskipun telah dianggarkan.
Grup Beduk misalnya, honor mereka belum dibayarkan. Ini setelah, Babarkau Babar memposting di laman facebooknya. “Tolong diperhatikan MTQ Tingkat Provinsi yang ke 28 di Pulau Buru. Grup Beduk sampai saat ini belum mendapatkan uang honor,’’ tulis Babarkau. Selaku pemain Beduk, dia tidak mengemis honor, tetapi minta penjelasan dan kejujuran yang paling penting.
Terpisah, Anggota DPRD Maluku, Ikram Umasugy membenarkan, banyak pengisi acara saat pembukaan MTQ belum dibayarkkan pihak panitia. ’’Memang betul banyak pengisi acara yang belum mendapat honor,’’ kata Umasugy kepada Kabar Timur, Senin (8/7).
Sejumlah kegiaan atau proyek juga diduga bermasalah sejak awal. Dia mencontohkan, pengerjaan penanaman rumput di arena MTQ tidak sesuai RAB. “Bisa saja ambil rumput sembarangan yang tidak sesuai RAB,’’ katanya.



























