Sekilas Info

Bandar Narkoba Dibekuk

FOTO: HUSEN TOISUTA/KABAR TIMUR

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku berhasil membekuk Joris Lestaluhu, seorang bandar narkotika. Dari tangannya, disita ganja seberat 1,5 Kg. Ia tidak sendiri, tapi bersama dua rekannya yang hingga kini masih buron.

Security Indogrosir ini dibekuk di depan pusat perbelanjaan Maluku City Mall (MCM), jalan Jenderal Sudirman, Kota Ambon, Rabu (3/7) lalu.

Joris telah ditetapkan tersangka dan ditahan di rumah tahanan BNN Maluku, Karang Panjang, Ambon. Warga Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah itu disergap setelah tim pemberantasan narkoba BNN Maluku mendapat informasi dari masyarakat. Dia kemudian dibuntuti dan akhirnya diringkus sekira pukul 16.30 WIT.

“Kemarin kita berhasil menangkap seorang pelaku narkoba dengan BB (barang bukti) ganja seberat 1,5 Kg. Inisialnya JL (Joris Lestaluhu). Dia ditangkap di depan MCM,” ungkap Kepala BNNP Maluku, Brigjen Pol M. Aris Purnomo usai perayaan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Gedung Siwalima, Kota Ambon, Selasa (9/7).

Setelah berhasil menyergap JL, BNN kini sedang memburu dua pelaku lainnya yang merupakan rekan tersangka. “Dua pelaku lain masih dikejar. Mereka merupakan teman dari tersangka JL,” tambah jenderal bintang satu ini.

Tanaman ganja kering siap edar yang kini telah diamankan sebagai barang bukti tersebut, berasal dari Medan, Sumatera Utara. Narkotika golongan I ini dikirim melalui jasa pengiriman. “Kami masih terus melakukan penyelidikan terkait peredaran ganja itu hingga bisa masuk ke Ambon. Sedangkan tersangka sudah diamankan,” ujar Aris.

URUTAN 24

Survei BNN RI bersama Universitas Indonesia tahun 2017, privalensi Maluku sebesar 1,59 persen atau setara 19.573 orang. Mereka ini yang terpapar narkoba.

Di sisi lain, berdasarkan survei dengan parameternya hanya narkoba, Maluku berada di urutan ke-24 dari 34 Provinsi di Indonesia.

“Kalau dulu kita berada diurutan ke-7 itu karena dia masih memasukan sopi. Kalau sopi di kita kan banyak. Jadi sopi di kita ini dikategorikan sama dengan narkoba,” kata Aris.

Tahun ini, BNN akan kembali melakukan survei bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). “Survei setiap tahun. Nanti akan kerja sama dengan LIPI. Besok saya mau ketemu. Mudah-mudahan kita makin turun ya. Karena sekarang kita banyak memberikan penerangan kepada masyarakat lewat trafficlight, media sosial dan lainnya,” kata Aris.

BNN Maluku telah mengungkap 7 kasus narkoba jenis ganja dan sabu-sabu. Dari 7 kasus tersebut, ditetapkan 8 tersangka yang sudah diamankan. “Yang paling banyak itu ganja. Sementara sabu-sabu semuanya dari Kota Tual,” tambahnya.

Aris mengungkapkan, peredaran narkotika di Maluku terbanyak jenis ganja atau tanaman. Ini dikarenakan harga pasarannya ekonomis atau lebih murah dibanding sabu-sabu. Pengguna narkoba juga banyak berasal dari usia produktif.

“Pemakai paling banyak itu pelajar dan mahasiswa. Selain ganja dan sabu, juga ada lem yang kini marak beredar. Narkoba ini masuk melalui semua jalur, laut, darat dan udara biasanya menggunakan jasa pengiriman,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, di tahun ini merupakan wujud keprihatinan masyarakat di seluruh dunia terhadap bahaya narkoba. “Kami berharap kepada seluruh stakeholder dan masyarakat agar dapat bersinergi menciptakan generasi muda yang bebas narkoba,” ajaknya.

Pada tahun 2018, BNN Maluku bersama Polri berhasil mengungkap 153 kasus narkotika dan obat-obat berbahaya (narkoba). Dari ratusan kasus yang sudah disidangkan itu sebanyak 179 tersangka. “Kami mengharapkan kepada seluruh pelajar maupun seluruh komponen masyarakat, mari kita bersama-sama bersatu padu memerangi narkoba,” pinta Aris. (CR1)

Penulis:

Baca Juga