Sekilas Info

Kapolda Maluku Sambut 500 Personel Pengamanan Jakarta

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol Royke Lumowa, menyambut kedatangan 500 personel pengamanan Pemilu tahun 2019. Mereka kembali setelah mengamankan wilayah DKI Jakarta.

Ratusan personel yang terdiri dari Satuan Brimob dan Direktorat Samapta Polda Maluku ini diterima dalam upacara penyambutan di Lapangan Letkol CHR Tahapary, Kota Ambon, Kamis (4/7).

“Kita baru saja melakukan apel penjemputan kawan kawan kami yang baru datang melaksanakan tugas pengamanan Pemilu di Ibukota Negara (Jakarta),” kata Kapolda .

Menurutnya, ratusan personel yang dikerahkan mengamankan proses Pemilu di DKI Jakarta berlangsung selama 2 bulan.

“Jumlah semua 500 personel. 400 dari Sat Brimob dan 100 dari Dit Samapta Polda Maluku,” sebut mantan Kakorlantas Polri ini.

Selama menjalankan tugas negara, Royke mengatakan, anak buahnya itu bekerja dengan baik. Mereka berhasil membantu mengamankan jantung ibu kota negara bersama prajurit lainnya di seluruh Nusantara.

“Mereka sudah melaksanakan tugas dengan baik. Sehingga Pemilu bisa berjalan dengan seksama, aman sentosa, terakhir sampai pada penetapan presiden terpilih oleh KPU,” jelasnya.

Kini, ratusan personel tersebut telah kembali. Atas keberhasilan mereka, jenderal bintang dua ini memberikan penghargaan dan bonus kepada masing-masing personel.

“Mereka diharapkan kembali menyesuaikan tugasnya setelah tiba di Ambon. Melaksanakan pengabdian lagi, menjalankan pelayanan kepada masyarakat Maluku, keamanannya, ketertibannya, dan memberikan pengayoman dan perlindungan,” tandasnya.

GARIS TERDEPAN

Pengamanan DKI Jakarta yang dipercayakan negara kepada Brimob Polda Maluku merupakan suatu kebanggaan tersendiri.

“Ini suatu kebanggan bagi kami bisa terlibat di dalam suatu even besar, pengamanan pemilu sekaligus pengamanan keamanan dalam negeri, khususnya di ibukota negara,” kata Komandan Satgas BKO Brimob Polda Maluku di Jakarta, Kompol Egia Febri Kusuma Wiatmaja, kemarin.

Menurutnya, momen tersebut tidak bisa dilupakan. Sebab, dalam kurung waktu 10 tahun ke depan, hal yang sama dirasa tidak akan terulang kembali. “Ini tidak bisa dilupakan karena ini tidak mungkin dalam 10 tahun sekali belum tentu terjadi,” sebutnya.

Dalam pengamanan Jakarta, personel Brimob Polda Maluku ditempatkan di garis depan. Brimob Polda Maluku mengamankan kawasan Kantor Bawaslu, KPU, dan Mahkamah Konstitusi (MK). Dan saat kericuhan 21 Mei lalu, personel Brimob Polda Maluku berhadapan dengan massa yang berbuat rusuh.

“Kami berhadapan langsung. Alhamdulillah, kami bisa laksanakan dengan baik sesuai dengan aturan dan menjunjung tinggi HAM. Kami berada di garis depan. Saat itu Alhamdullilah anggota kami tidak ada yang terluka,” ungkap Febri.

Anak buahnya dalam kericuhan lalu tidak satu pun yang menderita luka karena selalu memegang teguh Standar Operasional Prosedur (SOP). “Alhamdulillah dari kami tidak ada yang terluka,” jelasnya.

Menurutnya, demonstrasi adalah mengeluarkan pendapat dan sudah diatur dalam undang-undang, sehingga dibolehkan. Namun ia berpesan kepada masyarakat agar tetap menjunjung tinggi aturan yang berlaku.

“Kami berpesan agar jangan sampai terjadi pada kejadian (tanggal) 21 dan 22 (Mei 2019). Dalam menyuarakan pendapat bisa mengikuti aturan-aturan yang berlaku. Terutama masalah waktu dan tata cara menyampaikan pendapat, sehingga tidak merugikan pihak lain khususnya masyarakat yang menggunakan sarana umum,” jelasnya.

Saat menjalankan tugas, Febri memberikan pengarahan dan mengingatkan personel yang dipimpinnya untuk melaksanakan tiga hal. Pertama, keberadaan mereka di Jakarta sebagai pengayom, pelayan dan pelindung masyarakat. “Kami bukan musuh masyarakat. Sehingga menghadapi masyarakat seperti apapun kita harus bisa sabar, kita harus bisa tenang,” kata Febri.

Kedua, mengingatkan personelnya bahwa kehadiran mereka sebagai ujung tombak negara. Sehingga tugas apapun yang diberikan, harus mampu menyelesaikan dan menuntaskannya dengan baik.

“Dan terakhir, saya berpesan apapun yang kita lakukan, tetap Tuhan yang menentukan. Jadi kita hanya berusaha, Tuhan yang menentukan,” ujar Febri. (CR1)

Penulis:

Baca Juga