KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Lima orang warga Desa Hulaliu, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, yang diduga merupakan tokoh atau simpatisan Repoblik Maluku Selatan (RMS), dibekuk aparat gabungan TNI dan Polri, Sabtu (29/6).
Berdasarkan informasi yang diterima Kabar Timur, lima tokoh yang diamankan adalah Izack Siahaya (80), Ibu Teli Siahaya (50), Johan Noya (35), Markus Noya (30), dan Basten Noya (30). Lima orang simpatisan organisasi terlarang alias makar ini disergap di Kampung Hulaliu.
Penggerebakan dilakukan tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Pulau Haruku, bersama 3 anggota Satgas BKO TNI 136 TS/Rider. Operasi itu dipimpin Kapolsek Pulau Haruku, IPDA Aris.
Selain mengamankan lima tokoh tersebut, tim juga menggeledah rumah Ibu Bet Siahaya yang diduga dijadikan sebagai tempat berkumpulnya para tokoh simpatisan FKM-RMS tersebut, pukul 09.45 WIT.
“Personel gabungan TNI-Polri tiba di lokasi kemudian mengamanakan lima orang yang diduga sebagai tokoh simpatisan FKM-RMS pukul 10.15 WIT. Tim juga menyita sebuah bendera RMS yang dibentangkan di dinding ruang tamu dan beberapa dokumen lainnya di dalam kamar rumah milik Ibu Bet Siahaya,” kata sumber yang enggan menggunakan identitasnya.
Berhasil mengamankan lima simpatisan, bendera dan dokumen, empat personel Polsek Haruku kembali melakukan patroli di dalam Kampung Hulalui. Hasilnya, mereka menemukan bendera RMS yang dinaikan di atas pohon Katapang.



























