Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Desak Jaksa Periksa Sekdes & Bendahara Desa Elo

badge-check

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Kejaksaan Negeri Maluku Barat Daya, didesak segera mengusut penggunaan Dana Desa Elo, Kecamatan Mdona Hiera. Ini setelah peruntukan alokasi dana di desa itu disinyalir rekayasa atau disalahgunakan aparatur pemerintah desa setiap tahun anggaran.

‘’Kami mendesak Jaksa segera periksa Sekdes Elo, Maxaminus Tiotor dan bendahara Desa Elo, Marthen Saleky , terkait penggunaan Alokasi Dana Desa dan Dana Desa (ADD & DD),’’desak Jhon Kahyoru, salah satu tokoh masyarakat Elo, ketika menghubungi Kabar Timur, kemarin.

Dia menduga, selama ini mereka banyak melakukan rekayasa penggunaan ADD dan DD, untuk memperkaya diri. ‘’Banyak bukti rekayasa yang di lakukan oleh aparatur pemerintah desa. Sekdes dan bendahara harus diperiksa,’’tandasnya.

Kahyoru mengatakan, rekayasa yang mengarah dugaan tindak pidana korupsi bukan hanya terjadi ditahun anggaran 2018 lalu. Kata dia, diduga keras terjadi penyalahgunaan dana desa dari tahun anggaran sebelumnya. “Jaksa tidak hanya turun periksa APBDes tahun 2018. Kami minta alokasi dana desa tahun sebelumnya juga diperiksa. Kami menduga pemerintah desa setiap tahun rekayasa untuk kepentingan memperkaya diri,’’tudingnya.

Dia kemudian mencontohkan, selama ini banyak program fisik maupun program pemberdayaan yang dialokasikan dari ADD dan DD, banyak rekayasa aparat desa, yakni Sekdes dan bendahara.’’ Pembangunan Gapura di Elo diduga keras bermasalah. Permintaan pekerja gapura tidak sesuai harapan. Intinya, tidak sesuai bestek,’’bebernya.

Kahyoru juga membeberkan, selama ini ada dua Kaur (kepala urusan) Desa Elo, diduga nama mereka dan tandatangan mereka dipakai aparat desa, yakni Kades dan Sekdes . Padahal, mereka tidak tahu kegiatan yang didanai ADD dan DD. Masih banyak program yang bermasalah,’’bebernya.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Pungli Parkir Pantai Mardika Ambon Bakal “Masuk” Jaksa 

22 Januari 2026 - 23:35 WIT

Membongkar “Dosa” Oknum  Jaksa di Kasus Fatlolon

22 Januari 2026 - 23:19 WIT

Maluku Tuntut Keadilan Fiskal dan Reformasi DAU Kepulauan

20 Januari 2026 - 22:32 WIT

Kodaeral Ambon Teken Pakta Integritas Transparansi Penerimaan Anggota Baru

14 Januari 2026 - 00:57 WIT

Desak “Presure” BPK Percepat Audit Korupsi PT Gidin Bipolo

12 Januari 2026 - 00:35 WIT

Trending di Maluku