Ketika Ratusan Orang Tua Dampingi Anak Ikut SKD Calon Praja IPDN

FOTO: RUZADY ADJIS/KABAR TIMUR

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Tahapan Seleksi Penerimaan Calon Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), tahap Seleksi Kompetensi Dasar atau SKD, dimulai, Selasa, kemarin. Ada 200-an peserta dari 655 peserta yang ikut tahapan SKD. Mereka berasal dari 11 Kabupaten/Kota di Maluku.

Dari pantauan Kabar Timur, pelaksanaan SKD, tidak hanya dipadati peserta. Orang tua peserta juga ikut mendampangi anaknya. Mereka rela meninggalkan pekerjaannya, hanya untuk temani dan memberikan spirit pada anaknya.

Pasangan suami istri Fatmawati Wattimena dan Ansar Taurutubun misalnya: Mereka berasal istri dari Kota Masohi, Maluku Tengah. Keduanya rela meninggalkan pekerjaan hanya untuk temani sang anak bernama: Nurul Fatwa Taurutubun salah satu peserta yang ikut SKD.

Fatmawati sehari-harinya hanya pedagang cemilan khas Maluku di pasar Kota Masohi. Suaminya, , Ansar seorang petani rempah. Anaknya, Nurul lulusan SMA Negeri 3 Masohi Tahun 2017/2018. “Kami berdua sebagai orang tua, datang dampangi anak kami, sekaligus memberikan semangat buat anak kami. Muda-mudahan anak kami tahun ini bisa lolos,” ungkapnya dengan wajah sumringah.

Fatmawati berkisah, ini sudah kali kedua anaknya mengikuti tes calon IPDN. Nurul merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. “Tahun lalu, anak saya gugur pada tes SKD. Muda-mudahan tahun ini anak kami bisa lolos,” tuturnya, seraya mengaku, Nurul merupakan harapan keluarga kedepan.

Meski baru dua hari di Ambon untuk temani sang buah hati, Fatwamati mengaku ikhlas meninggalkan pekerjaan. “Ini semua demi masa depan anak,”ujarnya. Fatmawati mengaku, melalui IPDN saat lulus nanti bisa langsung jadi PNS. “Saya melahirkan anak agar bisa dapat kerja yang baik sehingga hari tua saya dan suami nanti, mereka bisa lihat kami orang tuanya,”ungkapnya.

Meski deg-degan antara takut anaknya lolos tahapan SKD atau tidak, ibu lima anak itu menyatakan cukup seanng dengan sistem yang digunakan dalam tahapan seleksi. “Saya senang karena prosesnya transfaran, bisa langsung diketahui hasilnya. Jadi ini sangat terbuka sistemnya,”tuturnya.

Dia berharap, buah hati bisa lolos tahapan SKD dan bisa menjadi salah satu Calon Praja IPDN dari Maluku. “Setiap orang tua pasti mau anaknya bisa lolos lebih jauh sampai masuk IPDN,”tandasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pengadaan dan Informasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Maluku, Israh Budi mengatakan SKD ini berlangsung sejak 25 hingga 27 Juni di UPT-BKN Karpan, Ambon. Dimana setiap harinya, peserta dibagi dalam empat sesi, dan satu sesi terdiri dari 50 peserta.

“Pelaksanaan SKD dgn CAT BKN, peserta akan mendapat 100 soal pilihan ganda dalam waktu 90 menit. Terdapat 3 jenis tes dalam sistem CAT yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 35 soal, Tes Intelegensia Umum (TIU) 30 soal, & Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 35 soal,”jelasnya kemarin.

Ketentuan Passing Grade atau Nilai Ambang Batas TKD, kata dia, adalah TWK 75, TIU 80 dan TKP 143.Soal-soal di TWK meliputi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI (sistim tata negara Indonesia, sejarah perjuangan bangsa, peranan Bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, dan kemampuan berbahasa indonesia secara baik dan benar.

TIU meliputi kemampuan verbal yaitu kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tulis. Kemampuan numerik yaitu kemampuan melakukan operasi pergitungan angka, dan melihat hubungan diantara angka-angka serta kemampuan berpikir logis yaitu kemampuan melakukan penalaran secara runtut dan sistimatis.

Sementara TKP untuk menilai integritas diri, semangat berprestasi, kreativitas dan inovasi, orientasi pada pelayanan, orientasi kepada orang lain, kemampuan beradaptasi, mengendalikan diri, bekerja mandiri dan tuntas, kemauan & kemampuan belajar berkelanjutan, kemampuan bekerja sama dalam kelompok, serta kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain. “Hasil dari SKD ini nanti akan diumumkan 13 Juli,”tandasnya. (RUZ)

Penulis:

Baca Juga