Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Proyek Sawah MBD Rp 2 Miliar Mubasir

badge-check

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Ada bau korupsi pada proyek Irigasi di dusun Ilyar Desa Babar, Kecamatan Babar Timur, Kabupaten MBD, Kejaksaan atau Polisi diminta serius mengusut. Dianggarkan APBD tahun 2014 senilai Rp 2 miliar lebih tapi langkah hukum sepertinya terhenti.

Awalnya setelah dilaporkan Kejari Kabupaten MBD berjanji akan mengusut proyek yang mubasir dengan nilai anggaran Rp 2,176 tersebut. Tapi anehnya, hingga saat ini terkesan tidak diseriusi institusi penegak hukum itu.

”Kejaksaan jangan ragu-ragu, kita masyarakat tidak mau tau siapa tersangka siapa pelaku dan siapa dalang. Kita hanya ingin supaya kasus ini tuntas. Jadi perhatian pemerintah daerah supaya proyek dilanjutkan kembali,” kata Alex salah satu warga desa yang tak ingin marga-nya dikorankan kepada Kabar Timur melalui telepon seluler, Sabtu (22/6).

Informasi yang dihimpun Kabar Timur menyebutkan, kontraktor yang melaksanakan pekerjaan adalah CV Babar Indah dengan konsultan CV Caroliv, sedang masa kerja terhitung 50 hari kalender. Akibat mangkrak dalam pekerjaannya, hasilnya tembok-tembok saluran irigasi yang sempat dikerjakan telah retak sana sini saat ini.

“Banyak pecah-pecah kiri kanan akibat terpapar sinar matahari dan tidak dialiri air. Malah sudah ada sebagian tembok yang roboh,” ungkap Obet warga Desa Ilyar lainnya.

Sepengetahuan dirinya, ungkap Obet, proyek ini dianggarkan Dinas PU Kabupaten MBD pada tahun 2014. Namun dinilai gagal total, sebab tidak bisa dinikmati petani hingga hari ini.

Sementara harapan masyarakat maupun para petani proyek tersebut bisa memberikan peningkatan hasil produksi petani. Mirisnya lagi, baik kontraktor, konsultan maupun pihak Dinas PU tak pernah terlihat datang meninjau hasil pekerjaan mereka ini. .

“Istilahnya, orang-orang ini macam pura-pura tidak tahu kalau ada masalah. Tapi kita selaku masyarakat tidak boleh diam. Intinya kejaksaan atau polisi, masyarakat harap supaya ini diusut lagi jangan dihentikan,” ujarnya ketus. (KTA)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

15 Hari di Luar Daerah per Bulan: Pemerintahan KKT Dinilai “Jalan Setengah Mesin”, DPRD Didesak Ambil Sikap

25 Juli 2026 - 20:17 WIT

Pelni Ambon & Tim Gabungan Perketat Pengawasan Kapal dari Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Barang Terlarang

22 Juli 2026 - 21:30 WIT

BKKBN Maluku & Muslimat NU Bergandengan, Ubah Edukasi Stunting Jadi Aksi Nyata Lewat “Ibu Asuh”

21 Juli 2026 - 20:33 WIT

Ini Strategi Pemprov Maluku di Blok Masela Biar Putra Daerah Tak Cuma Jadi Penonton

21 Juli 2026 - 20:21 WIT

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Trending di Maluku