Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Ribuan Warga Hadiri Pemakaman Istri Wawali

badge-check


					Ribuan Warga Hadiri Pemakaman Istri Wawali Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Jenazah Istri Wakil Wali Kota Ambon Hj. Iffah Karlina Hadler tiba di Kota Ambon, Kamis (13/6) sore. Jenazah disambut ribuan warga, pegawai Pemerintah Kota Ambon dan siswa di sepanjang jalan menuju rumah duka. Jenazah tiba di Bandara Pattimura Ambon menggunakan pesawat Garuda Indonesia, pukul 15.00 WIT. Almarhumah disambut rombongan pejabat Pemerintahan Provinsi Maluku, Pemkot Ambon dan warga.

Dari Bandara Pattimura, iring-iringan mobil jenazah tiba di rumah duka, kawasan Galunggung, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, pukul 16.00 WIT. Kedatangan almarhumah disambut isak tangis keluarga, kerabat maupun warga yang mengenalnya semasa hidupnya. Isak tangis pecah saat peti dikeluarkan dari mobil jenasah menuju rumah duka.

Almarhumah meninggal dunia karena sakit di Medical Center, Amsterdam, Belanda, Senin (10/6) siang waktu setempat. Almarhumas menghembuskan nafas terakhir tepat di usia 55 tahun, 25 hari.

Wanita yang dikenal santun dan ramah ini jatuh sakit saat mendampingi suami tercinta Syarif Hadler, Wawali Kota Ambon, melakukan kunjungan kerja bersama Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy dan istri di Vlissingen, Belanda.

Kematian ibu tiga orang anak itu begitu mendadak. Sebelum terbang ke Belanda, para tetangga mengaku melihat almarhumah sehat walafiat saat perayaan Idul Fitri.

“Sampai saat ini beta masih seng percaya. Soalnya waktu lebaran antua terlihat paling sehat,” kata Ibu Hasna kepada Kabar Timur dengan mata berkaca-kaca.

Duka mendalam tak hanya dirasakan keluarga dan orang-orang terdekat almarhumah. Wafatnya Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Ambon kelahiran Ternate, Maluku Utara, itu membuat seluruh warga Kota Ambon berduka.

Sebelum dimakamkan, Pemerintah Kota Ambon menggelar upacara penghormatan dan penyerahan jenasah almarhumah kepada pihak keluarga. Upacara dipimpin Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy.

Setelah penyerahan, peti jenasah dibawa ke rumah duka untuk dibuka pihak keluarga. Sholat jenasah digelar didepan rumah mendiang almarhumah untuk ke dua kalinya, setelah sebelumnya telah dimandikan, dikafankan dan disholatkan di Belanda.

“10 Juni 2019, tepat pukul 15.20 waktu Amsterdam melalui teleconferance saya menyatakan bahwa Ambon Berduka, karena kita kehilangan seorang perempuan hebat,” kata Richard yang tak mampu menahan isak tangisnya saat memimpin upacara penghormatan.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Konflik Berdarah di Tanimbar, Satu Tewas dan Empat Luka

30 November 2025 - 23:38 WIT

Polda Maluku Kerahkan Pesawat Cari 11 ABK Hilang di Laut Banda

26 November 2025 - 02:10 WIT

Begini Cara Kejaksaan Awasi  Aliran Kepercayaan

20 November 2025 - 23:59 WIT

Polisi Periksa 13 Saksi Terkait Sianida di Ruko Batu Merah

20 November 2025 - 02:51 WIT

BKSDA Maluku Amankan 14 Ular Leopard

19 November 2025 - 01:22 WIT

Trending di Utama