KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Sempat lumpuh akibat sejumlah jembatan ambruk diterjang banjir, jalan trans Seram kini sudah bisa dilalui kendaraan bermotor.
Luapan air merobohkan jembatan di sungai Wai Nari 2, Desa Wasia Sanahu, Kecamatan Elpaputih, wilayah Taniwel dan Amalatu, SBB. Akibat terputusnya jembatan, jalur darat menuju tiga kabupaten: Maluku Tengah, SBB dan Seram Bagian Timur lumpuh total selama tiga hari sejak Kamis, 6 Juni lalu.
Banjir juga merobohkan sebuah jembatan di wilayah Malteng. Sementara jembatan di Waikaka di Desa Elpaputih, Senin (10/6) miring. Menghindari musibah, personel TNI/Polri memblokade jalan di lokasi jembatan. Akibatnya arus kendaraan menuju wilayah itu lumpuh.
“Jembatan Wai Nari 2 sudah bisa dilalui sejak Sabtu (8/6) petang. Namun, kendaraan dengan kapasitas besar seperti bus antarpulau dalam provinsi dan truk mengangkut material bahan bangunan, bahan pokok masyarakat maupun BBM belum bisa melalui jembatan Waikaka di Desa Tala, kecamatan Amalatu, belum ditangani karena luapan banjir masih tinggi,” kata Kepala Dinas PUPR Maluku, Ismail Usemahu di Ambon, kemarin.
Dinas PUPR bersama Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XVI Maluku dan Maluku Utara menangani kerusakan jembatan di ruas jalan trans Seram, terutama di SBB. Luapan banjir akibat hujan deras mengguyur wilayah SBB sejak 4 Juni lalu.
Setelah staf Dinas PUPR dan BPJN melakukan peninjauan lapangan, sekaligus penanganan darurat dengan menimbun material di jembatan Wai Nari 2, maka akses jalan trans Seram sudah bisa dilewati, Sabtu(8/6).
Usemahu mengimbau masyarakat bersabar karena luapan banjir masih tinggi di sungai Waikaka sehingga belum bisa melakukan pengalihan aliran air ke Sungai Wai Tala. “Selanjutnya penanganan darurat dengan memasang jembatan bally yang telah diangkut dari Desa Naku Pia, Kabupaten Maluku Tengah,” katanya.



























