KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Suhu politik diinternal partai Golkar, usai Pileg mulai memanas. Para kader beringin saling menyalahkan gara-gara kursi DPR langganan partai itu hilang.
Pernyataan pedas Wakil Ketua OKK DPD Golkar Maluku, Richard Rahakbauw menyalahkan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dan Bupati Seram Bagian Timur Mukti Keliobas, soal jatah kursi DPR dari beringin hilang.
Rahakbauw menuding Louhenapessy dan Keliobas tidak maksimal bekerja mengantarkan kader Golkar merebut kursi anggota DPR. ‘’Itu obsesi RR (Rahakbauw) ingin menjadi ketua DPRD Maluku,’’kata salah satu kader Golkar kepada Kabar Timur, kemarin.
Kader yang enggan namanya diwartakan mengaku, selama ini Rahakbauw ambisi menjabat ketua DPRD Maluku. “Golkar hanya meraih 6 kursi. Ambisinya tidak terwujud, dia (Rahakbauw) justeru cari kambing hitam salahkan pak Louhenapessy dan pak Keliobas tidak maksimal, sehingga jatah kursi DPR dari Golkar hilang. Kekecewaan RR itu khan ambisinya menjadi ketua DPRD tidak terwujud,’’tuturnya.
Terpisah, Ketua DPD Golkar Kota Ambon, Richard Louhenapessy tidak mau disalahkan oleh Rahakbauw, gara-gara kursi DPR RI dari Golkar hilang. “Jangan salahkan saya. Saya ini ketua DPD Golkar Kota Ambon. Kalau kursi DPR RI orang lain punya tanggungjawab. Jangan beban ke kita,’’ingat Louhenapessy kepada Kabar Timur, kemarin.
Walikota Ambon ini justeru mengingatkan kader Golkar maupun publik, efek dari kepemimpinan partai yang dipimpinya berhasil merebut 4 kursi dan berhasil merebut ketua DPRD Kota Ambon dan 1 kursi Golkar untuk DPRD Maluku.
“Kalau kursi DPR tidak dapat tanya rakyat dong. Ini paradigma baru Golkar sejak 20 tahun baru pernah menjabat ketua DPRD Kota Ambon. Ini luar biasa. Kalau Golkar gagal di kota, baru salahkan saya,’’sebutnya.
Lantas, dirinya dituding bekerja untuk partai lain, orang pertama di Kota Ambon ini tidak mengelak. Mantan ketua DPRD Maluku ini justeru mengaku kerja untuk NasDem dan PPP pada pemilu legislatif 17 April 2019 lalu. “Dua partai ini ketika saya maju untuk dua kali menjabat Walikota, saya tidak bayar atau tanpa mahar. Jadi wajar saya kerja,’’tandasnya.



























