Sekilas Info

Warga Serang Polsek Amalatu

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Warga Negeri Latu diduga tidak terima penangkapan terhadap KP, salah satu terduga pelaku penganiayaan yang menyebabkan Syamsul Lusy, warga Hualoy meninggal dunia pada 5 Mei 2019 lalu.

Mereka mengamuk dan menyerang Polsek Amalatu, sesaat setelah KP, warga Latu berhasil ditangkap polisi, Rabu (15/5) sekira pukul 17.20 WIT.

Massa menyerang dan melempari markas Polsek Amalatu yang berada di kawasan Desa Latu. Akibatnya, sejumlah kaca jendela kantor polisi itu pecah. Aparat terpaksa melepas tembakan gas air mata untuk menghalau massa yang anarkis.

“Tadi sore (kemarin), satu orang yang diduga sebagai pelaku penganiayaan terhadap Syamsul Lusy yang mengakibatkan korban meninggal dunia sudah ditangkap,” ungkap Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Muhamad Roem Oboirat kepada awak media, kemarin.

KP diringkus dari tempat persembunyiannya di Desa Latu. Untuk proses penyidikan KP digelandang menuju Markas Polda Maluku, Kota Ambon. “Terduga pelaku KP, saat ini dibawa ke Polda Maluku untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.

Juru Bicara Polda Maluku ini mengaku, masih terdapat beberapa warga yang diduga mengetahui kejadian penganiayaan sadis tersebut. Mereka telah dipanggil melalui pemerintah desa setempat. Namun hingga kini belum menghadap pihaknya. “Diimbau kepada mereka untuk kooperatif, apabila tidak diindahkan maka sudah barang tentu Polri akan mengambil langkah-langkah lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Meski sempat terjadi ketegangan pasca ditangkapnya KP, hingga malam ini situasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mulai kondusif. “Benar, akibat penangkapan KP, sebagian warga mendatangi Polsek dan melakukan protes termasuk melakukan pelemparan terhadap Polsek mengakibatkan beberapa kaca jendela Polsek pecah. Situasi saat ini sudah kondusif,” tandasnya.

Informasi yang dihimpun Kabar Timur tadi malam, aksi protes warga terus berlanjut. Mereka nekat memalang kantor Polsek Amalatu menggunakan kayu. Belum diketahui pasti penyebab sehingga warga melakukan tindakan tersebut. Namun diduga, pemalangan kantor dilakukan sebagai protes penangkapan KP. (CR1)

Penulis:

Baca Juga