Sekilas Info

Kasus DJ Meiwa, Pengelola Karaoke Belum Tersangka

Ditreskrimum Polda Maluku memasang police line di Karaoke Anang Family, Kota Ambon, Rabu (19/12/2018), menyusul aksi tarian vulgar Dj Meiwa, Jumat (14/12) malam (RUZADY ADJIS/KABAR TIMUR).

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Dalam kasus pornografi ini, Polisi telah menetapkan DJ Meiwa tersangka. Namun kuasa hukumnya optimistis, klienya bukan tersangka tunggal. Jaksa pun mengiyakan. Yang pasti tidak hanya Tesla de Fretes si penyebar video bugil Meiwa, tapi pengelola karaoke Anang Family juga mesti jadi tersangka.

Si pengelola even yang sempat dipadati pengunjung yang larut dalam tarian striptis Meiwa alias Pingkan alias Widia Waworuntu (31) adalah Maruli Siahaan. Hingga saat ini, Maruli belum disentuh hukum. Namun Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang disiapkan Kejari Ambon untuk menaikkan kasus ini hingga ke pengadilan, Ella Ubleuw menyatakan akan berkoordinasi dengan penyidik Polisi.

“Tergantung berita acara pemeriksaannya, kalau ada indikasi kita kasih petunjuk ke penyidik,” ujar JPU Ella Ubleuw SH kepada Kabar Timur, Kamis (2/5) ditemui di Pengadilan Negeri Ambon.

Sebelumnya Ella Ubleuw menegaskan, si penyebar video Meiwa di medsos, Tesla de Fretes patut dijadikan tersangka oleh polisi. “Khan kasus pornografi ini tidak akan jadi kasus, kalau tidak ada kasus ITE? kalau tidak ada yang menyebarkan video?,” ujarnya.

Terpisah pihak kuasa hukum DJ Meiwa, mengungkapkan, sesuai keterangan klien mereka itu, Maruli Siahaan lah yang mengambil gambar dan merekam tarian striptis DJ Meiwa di malam kasus ini terjadi. “Maruli yang ambil gambar sambil kasih aba-aba supaya Meiwa, buka baju. Jadi selain terindikasi kuat di kasus pornografi, Maruli juga terindikasi di kasus ITE-nya,” ujar Rony.

Diberitakan sebelumnya DJ Meiwa telah memberikan keterangan di hadapan penyidik soal peran Maruli dalam perkara ini ketika dimintai keterangan oleh penyidik PPATK Polda Maluku, 13 April lalu. Dalam keterangannya, DJ Meiwa mengaku disuruh oleh Maruli untuk buka baju tinggal kutang.

Hal itu dilakukan DJ Meiwa karena diiming-imingi fee Rp 2,5 juta oleh Maruli jika aksi seronok kliennya itu berhasil mendongkrak pesanan bir pengunjung menjadi 200 botol pada malam kejadian itu.

Menurutnya, DJ Meiwa dalam perkara ini adalah pelaku sekaligus korban. Pasalnya, kata Rony, kliennya sempat dicekoki miras jenis sopi oleh pihak Karaoke sebelum beraksi. “Jadi kalau mau dibedah secara hukum, kasus ini sebetulnya kompleks. Termasuk iming-iming Rp 2,5 juta, ternyata klien kami hanya dibayar Rp 700 ribu oleh pengelola malam itu,” terangnya.

Pengacara dari kantor Advokat Marnex Salmon SH ini menambahkan, selain melapor si pengupload video Meiwa di medsos Tirsa de Fretes, pihaknya juga melapor dua orang, yakni Maruli Siahaan dan Robby Chairul Faris. Roby, kata dia, sama seperti Tesla, ikut menyebar video Meiwa hingga viral.

Terkait kondisi DJ Meiwa yang dikabarkan sakit-sakitan di sel tahanan Mako Brimobda Tantui, Rony mengaku, dalam pengawasan yang cukup baik oleh pihak Kepolisian. “Tadi malam, katorang rayakan dia punya ulang tahun ke 31, Polisi yang bakar lilin,” ucap Rony. (KTA)

Penulis:

Baca Juga