Sekilas Info

Tokoh MBD Minta Bawaslu Waspadai Politik Transaksional Edddy Sambuaga

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI merupakan representasi murni masyarakat suatu daerah di Senayan, tanpa embel-embel keterkaitan parpol. Terkait Eddy Sambuaga nyaleg sebagai senator daerah pemilihan Maluku, seharusnya pemilih daerah ini jeli karena dia bukan anak daerah namun nekat mewakili Maluku, ada apa?

Pertanyaan sekaligus imbauan agar pemilih di Maluku jeli mencermati kehadiran caleg ini untuk merebut salah satu dari empat kursi Dapil Maluku di Senayan disampaikan dua tokoh masyarakat Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Herman Syamiloy dan Oyang Orlando Petruz.

Herman Syamiloy yang juga sesepuh masyarakat dengan tajuk bumi Kalwedo itu kritis mempertanyakan majunya Eddy Sambuaga yang notabene orang luar Maluku nyaleg mewakili daerah ini. Menurutnya interes pribadi, golongan atau kelompok yang ingin diperjuangkan di Senayan oleh Sambuaga patut diwanti-wanti.

“Wanti-wanti maksudnya, jangan-jangan setelah terpilih, Eddy Sambuaga seng lihat katorang, karena kepentingan itu tadi. Orang tua-tua bilang lebe bae tentukan sikap sekarang daripada di belakang-belakang menyesal,” ingat Herman Syamiloy, kemarin.

Syamiloy mengaku, undang-undang tidak membatasi Caleg nomor urut 26 DPD RI itu selaku warga negara maju dalam pentas legislatif. Namun khusus DPD RI yang notabene mewakili masyarakat di daerah, sepatutnya figur yang dipilih adalah yang tahu persis persoalan dan keinginan masyarakat daerah tersebut.

Kalau saja, Eddy Sambuaga maju nyaleg DPR RI masih mungkin bagi yang bersangkutan mendapat dukungan masyarakat. Sebab caleg DPR RI mewakili parpol untuk menyuarakan kepentingan partai sekaligus pemilih parpol.

Dengan begitu, caleg yang bersangkutan tidak bisa seenaknya mengambil sikap politik di legislatif, karena dikontrol oleh parpol maupun konstituen parpolnya. Tapi kalau caleg DPD RI, tidak ada parpol maupun konstituen parpol yang mengontrol.

Satu-satunya alat kontrol anggota DPD RI hanya hati nurani dari yang bersangkutan, mau berpihak ke masyarakat daerah yang diwakilinya atau tidak. “Jadi tergantung konstituen, mau pilih anak daerah yang tahu kebutuhan orang Maluku, atau orang luar tapi belum tentu tahu dan mau memperjuangkan kebutuhan kita itu,” tegas Syamiloy.

Terpisah, Oyang Orlando Petruz mengingatkan Bawaslu hingga Panwas kecamatan agar mewaspadai politik transaksional yang berpotensi dilakukan oleh para petualang politik. Rata-rata dari para petualang politik nekat bermain politik uang atau money politik.

Terkait kehadiran Eddy Sambuaga, warga luar Maluku dinilai begitu percaya diri nyaleg mewakili masyarakat yang bukan masyarakat daerahnya, ini menimbulkan pertanyaan.

Di Pulau Kisar, Kabupaten MBD, ungkap Oyang, baliho dan spanduk-spanduk milik Eddy Sambuaga nyaris bertebaran di semua tempat. Sebagian besar masyarakat mengaku tidak tahu siapa yang bermain untuk Eddy dan memasang baliho dan spanduk-spanduk itu.

“Apakah dia punya modal besar sampai bisa percaya diri? Kalau memang demikian, kita ingatkan penyelenggara Pemilu terutama Panwas di kecamatan-kecamatan dan juga masyarakat optimalkan pengawasan terhadap potensi politik transaksional,” tegas dia. (KTA)

Penulis:

Baca Juga