Sekilas Info

Pemuda Stres Tombak Kepala Puskesmas

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Efendi Kaunar, kepala Puskesmas Desa Waekasar, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, bersimbah darah. Ia ditombak Risal Solisa, seorang pemuda yang diduga mengalami gangguan jiwa alias stres.

Lelaki 44 tahun ini ditombak saat melintas mengendarai sepeda motor di Desa Gogrea, Kecamatan Waeapo, Rabu (3/4), dini hari lalu. Ditombak menggunakan benda tajam, korban menderita luka sobek di lengan kiri. Beruntung nyawa korban selamat, hanya menderita luka.

Usai beraksi, pelaku sempat kabur. Warga Desa Waekatin, Kecamatan Fenafafan, Kabupaten Buru Selatan itu akhirnya berhasil ditangkap. Ia sempat dihajar warga saat ditemukan bersembunyi dibelakang rumah warga Waekasar.

Sumber Kabar Timur mengatakan, menurut pengakuan korban, dirinya menunggangi motornya dari arah Desa Waetele. Korban hendak pulang ke rumahnya di Desa Savana Jaya. Di tengah perjalanan atau tepat di Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban merasa dirinya ditombak, namun tidak melihat pemuda 25 tahun itu. Sebab, kondisi jalanan gelap gulita.

“Setelah berada di jembatan atau di bawah pohon bambu, awalnya korban tidak menyadari keberadaan orang tersebut. Akan tetapi mobil yang berbarengan dengan korban dengan jarak satu meter melihat orang tak dikenal sedang berdiri dan menusuk korban pakai tombak,” kata sumber kepolisian, Kamis (4/4).

Melihat korban berdiri di bibir jalan sambil memegang tombak dan menusuk korban, seorang penumpang mobil tersebut berteriak. Sempat melihat tangannya berdarah, korban terus tancap gas menuju Puskesmas Savana Jaya untuk pengobatan medis.

“Korban dengar orang berteriak Pak mantri ada orang yang tombak. Saat itu juga korban melihat tangannya sudah berdarah. Korban kemudian melajukan motornya menuju Puskesmas Savana Jaya. Korban mengalami luka sobek sedalam 3 cm dan lebar 4 cm,” ungkapnya.

Kasus itu kemudian dilaporkan warga kepada pihak kepolisian setempat. Brigpol Rudi Hartono, terima pengaduan warga dan menuju TKP bersama sejumlah anggota Polsek Wayapo dan personel Kodim 1506/Namlea.

Selain dicari polisi, warga sekitar juga melakukan pencarian terhadap pelaku. Ia kemudian ditemukan pertama kali oleh warga. Alhasil, pelaku sempat dianiaya warga yang marah atas perbuatannya. Beruntung aparat keamanan cepat mengamankan pelaku.

Kasubbag Humas Polres Pulau Buru Ipda Dede Syamsi Rifai membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, pelaku telah diamankan di Polsek Waeapo. “Sampai saat ini masih diamankan. Pelaku juga masih belum berbicara jadi kita belum tahu motifnya apa. Masih pengembangan,” tandasnya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga