Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Walikota: Mau Dibayar Pakai Anggaran Apa?

badge-check

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Keberadaan 123 guru kontrak jenjang PAUD, TK, SD dan SMP di Pemerintah Kota Ambon mendapat penolakan. Pengalihan ratusan guru kontrak dari Pemerintah Provinsi tidak diketahui Walikota Ambon, Richard Louhenapessy.

Sejak dialihkan, gaji guru kontrak belum dibayarkan Pemerintah Kota Ambon terhitung Januari-Maret 2019. Kondisi itu berbeda saat masih ditangani Pemerintah Provinsi Maluku, gaji mereka lancar dibayar.

Sebelumnya, gaji guru kontrak memang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Maluku. Namun mulai tahun 2019 tanggungjawab itu diserahkan ke kabupaten/kota.

Walikota saat dikonfirmasi keberadaan 123 pegawai kontrak di lingkup Pemkot Ambon terlihat kesal. Dia mengaku, sejak awal tidak mengetahui pengalihan 123 guru kontrak dari Pemprov ke Pemkot Ambon.

“Saya tidak pernah tahu pegawai kontrak. Saya tidak pernah tanda tangan MoU itu. Pegawai kontrak itu, diangkat provinsi,” geram Louhenapessy saat diwawancarai awak media di salah satu mall di Kota Ambon, Selasa (26/3).

Karena alasan itu, Louhenapessy menegaskan, hak-hak 123 guru kontrak ini bukan merupakan tanggung jawab Pemkot. “Siapa yang tanda tangan (MoU). Pemkot mau perhatikan bagaimana saya tidak tahu, gaji mau dibayar dari mana (anggarannya),” kesal Louhenapessy.

Dia mengaku mengetahui kabar keberadaan 123 pegawai kontrak ini dari pemberitaan media. Berhembus kabar, staf pada Dinas Pendidikan Kota Ambon meneken MoU, tanpa persetujuan dan sepengetahuan dirinya.

“Saya akan periksa pegawai Dinas Pendidikan yang tanda tangan. Dia punya kewenangan apa untuk buat MoU. Saya akan bentuk tim cari tahu itu. Kalau mereka (123 guru kontrak) lakukan aksi mogok tidak apa-apa, kita juga punya banyak tenaga kontrak,” tegas orang nomor satu di kota Ambon Manise ini.

Sebagaimana diketahui, 123 guru kontrak yang dialihkan ke Pemkot Ambon terdiri dari guru PAUD sebanyak 11 orang, TK 20 orang, SD 54 orang, SMP 20 orang, Madrasah Ibtidaiyah 6 orang, dan Madrasah Tsanawiyah 15 orang. (MG2)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

15 Hari di Luar Daerah per Bulan: Pemerintahan KKT Dinilai “Jalan Setengah Mesin”, DPRD Didesak Ambil Sikap

25 Juli 2026 - 20:17 WIT

Pelni Ambon & Tim Gabungan Perketat Pengawasan Kapal dari Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Barang Terlarang

22 Juli 2026 - 21:30 WIT

BKKBN Maluku & Muslimat NU Bergandengan, Ubah Edukasi Stunting Jadi Aksi Nyata Lewat “Ibu Asuh”

21 Juli 2026 - 20:33 WIT

Ini Strategi Pemprov Maluku di Blok Masela Biar Putra Daerah Tak Cuma Jadi Penonton

21 Juli 2026 - 20:21 WIT

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Trending di Maluku