Sekilas Info

Bermasalah, KASN Usut Seleksi Sekda Malteng

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Saat momen seleksi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malteng mandek hingga hari ini dan digugat di media sosial tak ada bantahan dari pihak-pihak yang diserang. Tak cukup di situ, LSM Pukat Seram bahkan melapor ke Komite Aparatur Sipil Negara (KASN) Pusat, buntutnya tim komisi ini turun investigasi.

“Iya betul, intinya kami turun kesana, karena adanya laporan perihal pengaduan jabatan pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Tengah. Tapi mohon ijin prosesnya masih dalam penyelidikan. Jadi kami belum bisa berikan penjelasan detail, makasih,” ujar staff Komisioner KASN Pusat Adi Maulana Rahman, dimintai konfirmasinya Kabar Timur via telepon seluler, tadi malam.

Dia mengakui adanya laporan LSM Pukat Seram dengan ketuanya Fachry Assyatri. Dan sebagai tindaklanjutnya, sebuah tim KASN ditugaskan terjun ke Kabupaten Malteng, Senin lalu. Sejumlah pihak telah dimintai keterangan oleh tim investigasi itu. “Termasuk Pansel Sekdanya, juga kita tanya-tanya,” ungkap Adi.

Dalam laporannya ke komisi yang mengurus rekrutmen jabatan ASN di lingkup birokrasi pemerintah daerah itu, Ketua LSM Pukat Seram Fachri Assyatri mengklaim dari lima calon Sekda cuma satu calon yang tandatangan kepala daerahnya asli. Sedang empat sisanya diduga kuat tanda tangan kepala daerah dipalsukan, entah oleh siapa.

Adalah Moh Saleh Thio, sebagai Plt Bupati Malteng yang sesuai mekanisme KASN berwenang menandatangani formulir Penilaian Sasaran Kerja para calon Sekda tersebut, dikarenakan momen Pilkada Malteng lalu yang dimenangkan kotak kosong.

Ketika seleksi calon Sekda dibuka Februari lalu, ada bocoran diterima LSM Pukat Seram kalau empat kandidat Sekda Malteng, masing-masing Rakib Sahubawa, Ahmad Namakulle, Latif Ohorella Dan Rony Hetharia tidak pernah mengajukan berkas formulir berisi hasil monitoring dan evaluasi kerja para calon Sekda itu. Sehingga yang berkasnya ditandatangani Thio selaku Plt Bupati Malteng waktu itu hanya satu calon yakni Jar Wattiheluw, yang sekarang menjabat Kepala Inspektorat Daerah Malteng.

Tapi faktanya, saat ini di laci Panitia Seleksi (Pansel) Sekda Malteng, ada lima berkas formulir Penilaian Sasaran Kerja sudah ditandatangani M Saleh Thio. Assyatri mengaku, telah meminta konfirmasi Moh Saleh Thio yang sekarang menjabat Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku.

Dari hasil konfirmasi pertama sesuai rekaman pembicaraan dengan Thio, dan diperdengarkan oleh Assyatri kepada Kabar Timur, Thio mengakui hal itu. “Oh tidak, saya tidak pernah tanda tangan mereka punya berkas, hanya Jar (Wattiheluw), karena hanya dia yang datang menemui saya,” kata Thio seperti dikutip Assyatri dari rekaman itu.

Menurut Assyatri timbul pertanyaan, lalu siapa yang menandatangani empat berkas yang lain tersebut, sedang pengakuan Thio, dia hanya menandatangani satu berkas, yakni punya DR Aidjarang Wattiheluw, atau Jar Wattiheluw. Siapa pun dia, publik Malteng, kata Assyatri, tidak mempersoalkan.

Selain memenuhi semua persyaratan rekruitmen calon Sekda menurut aturan perundang-undangan, yang paling penting adalah moril para calon pejabat pratama daerah tersebut. “Kalo baru nyalon saja sudah lakukan manipulasi dan pemalsuan tandatangan, lalu bagaimana lagi kalau sudah jadi Sekda, dunia ini bisa ancor,” tandasnya. (KTA)

Penulis:

Baca Juga