Ratusan Guru Kontrak Kota Belum Digaji

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon diketahui belum membayar upah kerja ratusan guru Kontrak, dari tingkatan Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), selama tiga bulan atau terhitung sejak Januari 2019 hingga Maret 2019.

Padahal sebelumnya saat masih ditangani oleh Pemerintah Provinsi Maluku, terkait gaji para guru kontrak ini, semua berjalan dengan baik. Namun sejak tanggung jawab diberikan kepada Pemerintah Kota Ambon, kondisinya terlihat terbalik.

Untuk diketahui gaji Guru Kontrak sebelumnya memang menjadi tanggungjawab pemerintah Provinsi Maluku. Namun, penyerahan tanggungjawab telah diberikan kepada setiap Kabupaten/kota, untuk membayar gaji guru kontrak masing-masing mulai dari bulan Januari 2019.

Menanggapi persoalan tersebut, Anggota DPRD Kota Ambon, Ary Sahertian yang dihubungi Wartawan Selasa (12/3) kemarin mengaku, ratusan honorer tersebut memang telah mendatangi DPRD Kota Ambon mengeluhkan nasib mereka.

“Mereka sudah datang ke DPRD untuk mengeluhkan nasib mereka. Dan mereka juga mengatakan bahwa BKD Kota Ambon telah mengaku untuk upah kerja mereka yang terhitung sejak Januari 2019 sampai Maret ini tidak akan diakomodir lantaran tidak ada anggaran,” paparnya.

Menurut Sahertian, Pemkot Ambon, dalam hal ini BKD kota Ambon, tidak sepantasnya mengeluarkan jawaban kepada para Guru kontrak yang menuntut hak-haknya seperti itu, sebeb terkesan seperti melepaskan tanggungjawab.

“Apapun yang terjadi Pemkot Ambon harus membayar upah kerja ratusan guru honorer yang telah nunggak tiga bulan itu. Bukan menjawab tidak ada anggaran. Mereka ini kan sudah bekerja sesuai dengan ketentuan, berarti mereka berhak menerima upah,” terangnya.

Dijelaskannya, terkait dengan pemberian gaji terhadap guru kontrak telah memiliki kejelasan. Pemerintah provinsi telah menyerahkan sepenuhnya kepada 11 Kabupaten/kota untuk menggaji guru kontrak mereka masing-masing.

“Pemprov telah menjalankan tugasnya untuk menggaji guru Kontrak se-Maluku hingga Desember 2018 lalu. Terlepas dari itu, sudah diberikan tanggungjawab kepada Pemkab dan Pemkot, dan itu sudah disepakati. Jadi jangan lari dari tanggung jawab dong,” terangnya.

Sementara secara terpisah, Kadis Pendidikan Kota Ambon, Fahmi Salatalohi, yang dihubungi wartawan guna mengkonfirmasi nasib ratusan Guru kontrak yang belum dibayarkan gajinya selama tiga bulan tersebut, enggan mengindahkan panggilan telepon para jurnalis media. (MG5)

Penulis:

Baca Juga