Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Kapal Pengangkut Jenazah Ditemukan

badge-check


Istimewa/Kabartimur Perbesar

Istimewa/Kabartimur

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – KM Arma Widjaya yang sempat dikabarkan hilang di laut, akhirnya ditemukan. Kapal yang mengangkut seorang jenazah dan 13 penumpang termasuk ABK, ini ditemukan terombang-ambing di perairan Pulau Dua, Kota Tual, Jumat (8/3), sekira pukul 23.15 WIT.

Kapal ditemukan setelah Badan SAR Nasional (Basarnas) Ambon mengerahkan KN SAR 242 Bharata. Semua penumpang selamat dan dievakuasi ke Kota Tual, Sabtu (9/3), sekira pukul 00.20 WIT.

Kepala Basarnas Ambon, Muslimin menjelaskan, peristiwa itu terjadi karena kapal tersebut mengalami gangguan mesin, Jumat pekan kemarin, sekira pukul 20.00 WIT. Kapal itu berangkat dari Kota Tual hendak menuju Pulau Tajundo.

Informasi yang membahayakan manusia di laut ini diketahui setelah nahkoda kapal Ali Rumaf, menghubungi Koordinator Pos Basarnas di Tual. “Mesin kapal mati pada koordinat 05° 34’ 41”S – 132° 35’ 648”E,” ungkap Muslimin kepada awak media di Ambon, Sabtu (9/3).

Mendapat kabar itu, Muslimin memerintahkan tim Rescue Pos SAR Tual untuk mengerahkan Kapal Negara (KN) SAR 242 Bharata melakukan pencarian.

Pencarian dengan menggunakan KN Bharata melibatkan personil Brimob dan Polair Polda Maluku, KP3, Syahbandar dan keluarga korban. “Proses pencarian membuahkan hasil. Kapal ditemukan terombang ambing dengan kondisi selamat pada koordinat 05° 34’ 41”S – 132° 35’ 648”E perairan laut Pulau Dua,” terangnya.

Berhasil ditemukan, belasan penumpang beserta seorang jenazah yang diketahui bernama Aldulwahab Rahat dievakuasi menggunakan KN Bharata. “Penumpang dievakuasi menuju Tual dalam keadaan selamat pada hari ini (Sabtu) sekitar pukul 00.20 WIT,” katanya.

Berikut nama korban yang berhasil dievakuasi; Ali Subandrio (42), Lili Rumap (28), Wasiti Rahadap (32), Nuruis Wahadap (31), Wa Ode Rahadap (24), Ademan Ode (19), Sadar Rahadap (29), dan H.J Rauf Rahadap (48).

“Sementara Anak Buah Kapal (ABK) adalah Irwan (35), Isaq (33), Rafiq (30), La Nini (28) dan Akmal (38),” sebut dia. (CR1)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

15 Hari di Luar Daerah per Bulan: Pemerintahan KKT Dinilai “Jalan Setengah Mesin”, DPRD Didesak Ambil Sikap

25 Juli 2026 - 20:17 WIT

Pelni Ambon & Tim Gabungan Perketat Pengawasan Kapal dari Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Barang Terlarang

22 Juli 2026 - 21:30 WIT

BKKBN Maluku & Muslimat NU Bergandengan, Ubah Edukasi Stunting Jadi Aksi Nyata Lewat “Ibu Asuh”

21 Juli 2026 - 20:33 WIT

Ini Strategi Pemprov Maluku di Blok Masela Biar Putra Daerah Tak Cuma Jadi Penonton

21 Juli 2026 - 20:21 WIT

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Trending di Maluku