Sekilas Info

Setubuhi Cucu, Lansia Divonis 15 Tahun

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Jusuf Ulath 62 tahun tak berkutik, dia menyerahkan nasib sepenuhnya kepada penasehat hukumnya yang berencana mengajukan banding terhadap vonis pengadilan yang begitu berat. Jusuf alias Tete Ucu warga Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Malteng, divonis 15 tahun penjara setelah dinyatakan terbukti oleh hakim melakukan perbuatan asusila terhadap cucunya, seorang siswi SMA kelas 2.

“Mengingat saudara sudah lanjut usia, majelis kasih 15 tahun dari tuntutan Jaksa, 20 tahun. Bagaimana, apa saudara terima atau pikir-pikir?,” ucap Hakim Ketua Jeny Tulak langsung ke terdakwa usai menjatuhkan vonisnya dalam persidangan terdakwa di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (6/3).

Menurut Jeny Tulak, keterangan korban di persidangan tidak berdiri sendiri. Keterangan tersebut didukung hasil visum et repertum yang menyatakan alat vital korban ditemukan tidak utuh. Terdapat luka baru di samping luka lama di alat vital korban. Tete Ucu divonis melanggar Undang-Undang tentang Perlindungan Anak. Tidak hanya pidana badan 15 tahun, pria lansia profesi tukang ojek ini juga dikenai denda Rp 200 juta.

Jeny Tulak yang didampingi Amaye Yampeyabdi dan Hery Setyobudi selaku Hakim Anggota menyatakan hal-hal yang memberatkan, yaitu terdakwa selaku kakek seharusnya jadi wali pelindung, tapi malah merusak masa depan cucunya yang masih di bawah umur.

Mendengar vonis berat terhadap kliennya, penasehat hukum terdakwa Robert Lesnussa SH menyatakan pikir-pikir dan berencana ajukan banding.

“Jelas banding, karena terdakwa bantah lakukan persetubuhan. Ada luka lama, tapi ada luka baru. Harus dipertanyakan, luka baru itu perbuatan siapa?,” ujar Robert Lesnussa kepada Kabar Timur, usai persidangan.

Menurut Robert, terdakwa menolak mengakui perbuatan karena alasan yang cukup kuat. Menurut dia, seharusnya saksi pacar korban juga diperiksa Polisi. Karena keterangan terdakwa, ada orang lain yang patut diduga pelaku yang menimbulkan luka baru seperti hasil visum tersebut.

Robert menuturkan, sesuai keterangan terdakwa, kliennya itu baru saja pulang ojek namun mendapati cucunya bersama seorang pria yang diduga pacarnya di dalam kamar. “Laki-laki itu lari, lalu terdakwa langsung panggil si cucu ini yang masih pakai handuk, dan langsung tempeleng. Mungkin karena dapat tempeleng, si cucu lapor ke Polisi, tapi malah jadi kasus persetubuhan. Mustinya Polisi periksa laki-laki yang lari dari kamar itu lagi, tapi tidak pernah,” kata Robert.

Kepada Kabar Timur, JPU Siti Darniati dari Kejari Ambon menyatakan, pihaknya menuntut berat terdakwa, karena selama persidangan, yang bersangkutan tidak pernah mengakui perbuatannya. “Kalau dia mengaku, mungkin kami masih pertimbangkan. Tapi pelaku tidak mau mengaku itu selama sidang,” ujar Darniati.(KTA)

Penulis:

Baca Juga