KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Pasca bentrok antarwarga Desa Latu, Tumalehu dan Hualoy, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), 20 Februari lalu, warga tiga kampung bersaudara ini secara sukarela menyerahkan ratusan alat perang kepada aparat TNI dan Polri.
Ratusan alat perang yang diserahkan warga kampung bertetangga itu seperti senjata api rakitan laras panjang, amunisinya, bahan peledak rakitan, pelontar, bom molotof serta anak panah. Penyerahan tanpa paksaan tersebut dilakukan setelah aparat melakukan penggalangan sejak 25 Februari 2019.
“Alat perang yang diserahkan seperti 54 buah bom pipa rakitan, 42 buah bom molotof, 6 pucuk senjata api rakitan laras panjang, 11 butir amunisi kaliber 5,56 mm, 2 buah pelontar bom, 7 buah anak panah, sebilah parang, 1 selongsong peluru, 24 gen lima liter berisi bensin, 1 buah botol aqua besar berisikan bensin dan 1 liter pertalite,” kata Sumber Kepolisian yang meminta namanya tidak disebutkan kepada Kabar Timur, Rabu (27/2).
Ratusan benda mematikan itu diserahkan secara sukarela kepada aparat TNI dan Polri melalui anggota Bhabinkamtibmas maupun Babinsa yang bertugas di tiga desa tersebut.
“Penyerahan yang dilakukan tiga warga dilakukan sejak pagi pukul 08.00 WIT sampai pukul 09.10 WIT. Ada juga yang ditemukan aparat di tempat kejadian perkara saat melakukan penyisiran,” ungkapnya.
Kini, lanjut, ratusan bahan berbahaya tersebut telah diamankan tim gegana Polda Maluku serta aparat Polres SBB. “Sampai saat ini TNI dan Polri terus melakukan penggalangan di kedua Desa dalam rangka menciptakan situasi yang kondusif,” tandasnya.



























