KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Penduduk miskin di Provinsi Maluku masih tinggi. Maluku masih berada di urutan 4 daerah termiskin dari 35 provinsi di Indonesia.
Menjelang pergantian pucuk pimpinan dari Said Assagaff-Zeth Sahuburua ke Gubernur-Wakil Gubernur Maluku terpilih, Murad Ismail-Barnabas Orno, menurunkan angka kemiskinan masih menjadi fokus utama pemerintah daerah membangun Maluku.
Merealisasikan janjinya menekan angka kemiskinan saat kampanye Pilgub 2018, tim kerja Murad-Orno melakukan pertemuan bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Maluku. Menurunkan angka kemiskinan menjadi fokus utama Murad-Orno.
Dalam pertemuan itu, Murad-Orno yang diwakili Sam Latuconsina dan Puti Ambon meminta persoalan kemiskinan dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2024. “Tim RPJMD Bappeda Provinsi Maluku meminta masukan pokok-pokok pikiran isu-isu strategis, pokok-pokok permasalahan dari gubernur terpilih. Saya dan pak Puti Ambon diperintahkan gubernur terpilih untuk mewakili membahas bersama (Bappeda). Kita sudah sampaikan kepada tim yang akan menyusun RPJMD 2019-2024, isu-isu strategis apa saja yang akan dituangkan. Yang paling utama adalah isu kemiskinan,” kata Sam usai pertemuan dengan Bappeda di kantor Gubernur Maluku, Rabu (30/1).
Menurutnya, kemiskinan ini menjadi isu penting, karena berhasil mengantarkan Murad-Orno sebagai gubernur-Wagub terpilih.



























