Sekilas Info

Jalan Rusak di Mamua Tak Kunjung Membaik

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Terhitung hampir sembilan tahun sudah, banjir bandang di Dusun Mamua, Desa Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) berlalu.

Dari bencana itu, bukan saja rumah warga yang mengalami kerusakan, jalan pun ikut rusak. Namun, kerusakan panjang jalan yang hampir 200 meter itu hingga kini masih dipenuhi bebatuan ukuran kepalan tangan orang dewasa.

Belum ada alternatif yang lebih baik dari Pemerintah Maluku dan Maluku Tengah untuk menyenangkan hati masyarakat yang melewati jalur penghubung utama sejumlah desa di kecamatan Leihitu itu.

Pengguna jalan, baik yang menggunakan roda dua maupun roda empat masih mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Pasalnya, sering kali mereka hampir jatuh karena tergelincir bebatuan yang memenuhi ruas jalan tersebut.

“Kerusakan jalan Mamua sejak 2011 silam pascabanjir melanda kawasan itu. Tapi sampai saat ini belum ada perhatian pemerintah.

Janji untuk menangani jalan Mamua masih hanya sebatas lintas koordinasi. Lalu kapan kita bisa nikmati jalan yang enak dan mulus dilewati seperti halnya wilayah lain di Maluku,”kata Alvani Hatala kepada Kabar Timur di Ambon, Minggu (27/1).

Dia mengatakan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi sudah beberapa kali datang melihat kondisi jalan tersebut. Sayangnya, tidak ada kebijakan berarti. Malah, Kabid Bina Marga PU Maluku, Mirtha Ponto pernah mengaku pengerjaan jalan Mamua akan sia-sia.

Sebab, disaat musim hujan, jalan itu akan kembali rusak karena air sungai Mamua akan meluap dan menutup badan jalan.

“Ya mestinya PU Maluku mengkoordinasikan masalah ini dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan pihak terkait lainnya sehingga bisa memprogramkan untuk menangani masalah ini. Jujur kami sudah resah dengan kondisi jalan mamua,”tegasnya.

Hal senada juga diungkap Hamit Laun. Menurut dia, Jazirah Laihitu berdekatan dengan Kota Ambon seharusnya mendapat perhatian serius pemerintah. Tapi, hampir sembilan tahun, kerusakn Jalan Mamua masih saja menjadi penghambat para pengguna jalan ketika musim hujan. Masyarakat hanya bisa bersabar menunggu kebijakan apa yang nantinya dilakukan pemerintah untuk menangani masalah Jalan Mamua.

Dia menyatakan, di Pileg April 2019 mendatang, masyarakat Leihitu jangan memilih wakil rakyat yang hanya suka berjanji tanpa realisasi. “Masyarakat Leihitu harus pintar memilih wakil rakyat. Jangan lagi kita pilih wakil rakyat yang tidak melihat persoalan yang terjadi di wilayah kita. Leihitu ini mewakilkan 12 wakil rakyat di DPRD Malteng 2014 lalu, tapi sampai saat ini, tidak seorangpun yang berjuang keras dan berteriak untuk penanganan Jalan Mamua,”tandasnya.

Dia berharap, Gubernur Maluku terpilih Murad Ismail yang akan dilantik Maret 2019, bisa segera melihat persoalan Jalan Mamua. “Kalau gubenur lama tidak lagi memperhatikan kerusakan ini, maka kita berharap di kepemimpinan gubernur baru bisa perbaiki kerusakan jalan yang selama ini dikeluhkan warga,”kuncinya. (MG3)

Penulis:

Baca Juga