Sekilas Info

Lakalantas Penyumbang Terbesar Kematian Manusia

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) merupakan salah satu penyebab dan penyumbang kematian manusia terbesar di muka bumi, setelah penyakit TBC, Diabetes, Paru dan Jantung Coroner.

Direktur Lalu Lintas Polda Maluku Kombes Pol. Heru TS, mengaku, berdasarkan pernyataan organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization- Perserikatan Bangsa-Bangsa (WHO-PBB), lakalantas masuk urutan kelima pemicu kematian.

“Berdasarkan pernyataan WHO, penyebab kematian manusia di dunia itu pertama Jantung Coroner, kemudian Paru, Diabetes, TBC dan Lakalantas,” kata Heru, kepada Kabar Timur, Kamis (24/1).

Di Indonesia sendiri, tambah Heru, lakalantas termasuk faktor utama penyumbang kematian. Sebesar 56,87 persen kematian akibat lakalantas ini dialami generasi muda atau kaum milenial.

Guna mencegah hal tersebut, pemerintah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 4 tahun 2013. Di dalamnya terdapat lima pilar keselamatan yang dijadikan acuan. “Dalam amanat UU nomor 22 tahun 2009 Pasal 203, juga pemerintah bertanggungjawab atas terjaminnya keselamatan lalu lintas angkutan jalan,” terangnya.

Keselamatan jalan (Road Safety), tambah Heru, juga dicanangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015 sampai 2019. RPJMN ini berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 2 tahun 2015.

“Demi keselamatan juga ada gran strategi dan renstra Polri tahun 2015-2019. Yaitu dalam pelaksanaan reformasi, birokrasi, menetapkan 4 program unggulan sebagai qwick wins, salah satunya qwick response untuk menciptakan kamseltibcarlantas,” jelasnya.

Menurutnya, untuk menjaga keselamatan di jalan raya, Korlantas Polri juga membuat sejumlah program yaitu Safety menuju Zona Accident. “Program ini sebagai berkelanjutan tahun keselamatan untuk kemanusiaan,” katanya.

Atas dasar itulah, tambah Heru, untuk menekan angka fatalitas lakalantas khususnya pada usia produktif, Polri menggelar program Millenial Road Safety Festifal (MRSF) di seluruh jajaran Polda di Indonesia.

“MRSF akan berlangsung sejak tanggal 1 Februari sampai puncaknya 31 Maret 2019. Polda Maluku sendiri, kegiatan puncak MRSF diagendakan tanggal 2 Maret,” jelasnya.

MRSF, kata Heru, merupakan program yang didalamnya terdapat berbagai perlombaan, yang diikuti generasi muda seluruh Indonesia. “Kalau kami di Polda Maluku ada 16 kegiatan perlombaan yang akan kami lakukan. Salah satunya balapan perahu. Ini karena Maluku merupakan daerah perairan,” tandasnya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga