Sekilas Info

“JP” Bayar Asuransi Korban Laka Tunggal di Saparua

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Amat miris jika ada keluarga korban datang mengklaim santunan asuransi, tapi tidak bisa disentuh karena memang korban tidak terdaftar. Namun itu tidak terjadi bagi ahli waris almarhum Glen Bob Telehala (22). Selembar kupon di STNK kendaraan bermotor milik almarhum menyatakan almarhum pernah membeli kupon asuransi seharga Rp 60 ribu saat melakukan perpanjangan surat kendaraan ini di Kantor Samsat.

Alhasil, kemarin, 2 orang ahli waris mewakili keluarga almarhum diberi santunan senilai Rp 20 juta dari Jasa Raharja Putera (JP). “Untuk kita yang ekonomi lemah, cedera kepala atau patah tulang, Rp 20 juta itu tidak cukup di rumah sakit. Pasang pen untuk sambung tulang itu mahal, kalau tidak dibantu dengan JP. Jadi jangan ragu beli asuransi tambahan ini untuk antisipasi laka tunggal yang bisa menimpa kita, saat berkendara,” imbau Kepala Cabang JP Henry Darmawan di sela-sela kegiatan pemberian santunan kepada ahli waris almarhum Glen Bob Telehala di kantor Samsat, kawasan Waihaong, Kamis (24/1).

Anak perusahaan Jasa Rahardja itu memberikan santunan atas kecelakaan tunggal (laka tunggal) yang menimpa almarhum Glen Bob Telehala, 11 Januari 2019 lalu. Almarhum meninggal setelah mengalami cedera hebat di kepala akibat kendaraannya terselip di poros jalan antara Negeri Siri Sori Islam dan Negeri Ulath, Kecamatan Saparua Kabupaten Maluku Tengah.

Henry menjelaskan, polis atau kupon seharga Rp 60 ribu tersebut memang tidak diwajibkan bagi setiap pemilik kendaraan. JP hanya asuransi tambahan tapi berguna di saat pemilik kendaraan mengalami laka tunggal.

Kupon asuransi ini diperoleh dengan cara membeli langsung ke petugas JP di setiap loket kantor Samsat saat melakukan perpanjangan STNK kendaraan. Dengan kupon atau polis seharga Rp 60 ribu, pemilik pemilik kendaraan dapat mengajukan klaim santunan.

Kepala Jasa Rahardja Cabang Ambon Ikbal Hasanuddin mengaku, JP merupakan anak perusahaan dari Jasa Rahardja. Diakui korban laka tunggal, atau kecelakaan lalu lintas yang bukan akibat tabrakan dengan kendaraan lain tidak diakomodir dengan asuransi Jasa Rahardja yang wajib itu.

Itulah sebabnya Jasa Rahardja selaku BUMN mencari alternatif agar korban laka tunggal juga bisa mengklaim santunan sepert halnya pemilik asuransi Jasa Rahardja yang wajib. Maka didirikanlah JP sebagai anak perusahaan dari Jasa Rahardja sekaligus solusi biaya santunan bagi korban laka tunggal. “Jadi dengan hadirnya JP ini, tidak ada lagi kasus kecelakaan yang tidak bisa kita sentuh dengan santunan asuransi,” ujar Ikbal.

Usai pembayaran klaim JP kepala ahli waris Almarhum Glen Bob Telehala, kepada wartawan, Ikbal berharap pembayaran klaim ini semakin menumbuhkan kesadaran masyarakat di Maluku tentang pentingnya asuransi.

Seperti dijelaskan Kepala Cabang JP Henry Darmawan, laka tunggal kerap terjadi di Maluku, termasuk di Kota Ambon. Sepanjang Januari 2019, JP telah membayar klaim santunan untuk 5 korban laka tunggal termasuk kepada ahli waris Almarhum Glen Bob Telehala yang diterima saudaranya Deny Sapulette (42) di kegiatan pemberian santunan di kantor Samsat tersebut, kemarin.

Kepada wartawan usai menerima santunan JP sebesar Rp 20 juta, Deny Sapulette yang mendamping orang tua Almarhum Glen, yakni Matheus Telehala sebagai ahli waris, menghimbau masyarakat untuk membeli polis atau kupon asuransi JP seharga Rp 60 ribu setiap melakukan perpanjangan STNK kendaraan bermotor.

Deny mengaku, duka keluarga Almarhum ikut terobati dengan santunan tersebut. “Kami sebagai keluarga Almarhum Glen Bob Telehala, merasa sedikit terhibur dari kedukaan dengan santunan yang diberikan. Kami ingin mengimbau pengguna jalan raya jangan segan-segan beli asuransi tambahan ini setiap mau perpanjang STNK,” ajak Sapulette. (KTA)

Penulis:

Baca Juga