Sekilas Info

Kepala Kantor Pos Ambon Diduga Terlibat Cinnabar

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Kepala Kantor PT. Pos Indonesia Cabang Ambon, F.X Hariono, diduga terlibat dalam peredaran gelap batu cinnabar yang terungkap pada 18 September 2018 lalu. Penyidik unit reskrim Polsek KPYS, akan memanggilnya untuk diperiksa.

Keterlibatan F.X Hariono terungkap berdasarkan pengakuan sejumlah saksi termasuk dua orang yang dijadikan tersangka saat diperiksa penyidik. Diantaranya pemilik cinnabar Hendra Yusuf Anakotta dan sopir mobil box milik kantor Pos, Muhammad Aksan.

Kasus peredaran gelap material batu cinnabar ini terungkap setelah sebanyak 200 Kg bahan dasar mercury itu hendak di kirim melalui kapal Pelni di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Ratusan Kg ditemukan didalam mobil box milik kantor Pos Ambon.

Rencana pemanggilan ulang terhadap kepala kantor itu setelah penyidik Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso (KPYS) Ambon melakukan gelar perkara sebelum perayaan Natal 25 Desember 2018 lalu.

“Saksi-saksi mengatakan ada campur tangan beliau saat pengiriman cinnabar, termausk berat barang bukti. Beliau bilang 100 Kg tapi setelah ditimbang 200 kg,” kata sumber terpercaya di Polsek KPYS, Rabu (16/1).

Kepala Polsek KPYS AKP Rony Ferdi Manawan yang dikonfirmasi mengaku bahwa kasus tersebut masih dalam pengembangan karena ada keterlibatan orang lain. Pihaknya akan melayangkan surat panggilan kepada F.X Hariono.

Untuk dua tersangka sebelumnya yakni Hendra Yusuf Anakotta dan Muhammad Aksan, kata Rony, telah diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Ambon pada 5 Desember 2018.

“Kasus ini masih kita kembangkan karena ada keterlibatan orang lainnya. Besok (Hari ini) kita akan mengirim undangan kepada kepala kantor Pos itu untuk diperiksa,” jelasnya.

Untuk diketahui, terungkapnya kasus ini ketika polisi mencurigai isi yang berada di dalam mobil box milik kantor Pos Ambon. Saat dibuka, ternyata terdapat sebanyak 200 Kg cinnabar. Dari alamat tujuan pengiriman, ratusan Kg batu cinnabar itu akan dikirim ke Bau Bau, Sulawesi Tenggara.

Saat pertama kali terungkap, pemilik dan sopir mobil box mengaku beratnya 100 Kg. Namun setelah ditimbang ulang keesokan harinya, beratnya menanjak menjadi 201 Kg.

Penyelidikan kasus ini kemudian dimulai tanggal 20 September, setelah polisi berhasil mengungkap siapa pemilik batu cinnabar tersebut. Hendra Yusuf Anakotta dan Muhammad Aksan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pada 22 September 2018. (CR1)

Penulis:

Baca Juga