Sekilas Info

10 Saksi 2 Perkara Korupsi SBT Dihadirkan

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Dua saksi kunci dari BPDM Cabang Geser dan 8 saksi memberatkan dari Dinas Kominfo SBT dihadirkan hari ini dalam persidangan maraton dua perkara korupsi yang ditangani Kejari SBT. Para saksi sedang menuju Ambon dari Bula, sore kemarin, dijemput Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari SBT Asmin Hamja.

Dihubungi Kabar Timur, Asmin mengaku sementara dalam perjalanan di atas fery Waipirit-Hunimua, setelah berkendaraan darat melalui lintas Seram. “Beta dalam perjalanan di atas fery. Intinya besok (hari ini) kita akan ajukan saksi memberatkan terdakwa di pengadilan. Ada tujuh orang saksi pegawai dan 1 saksi pemilik toko, jadi ada 8 orang untuk kasus SPPD fiktif Kominfo. Kemudian 2 saksi kunci BPDM Cabang Geser,” beber Asmin melalui telepon seluler, Rabu (15/1) sore.

Dua perkara korupsi di Kabupaten SBT akhirnya bergulir di Pengadilan Tipikor Ambon. Di tahun 2108, Kejari SBT diketahui fokus pada penuntasan dua perkara tersebut. Adalah dugaan korupsi SPPD fiktif Dinas Kominfo SBT dengan terdakwa Kadis Kominfo Zainudin Keliola. Dia didakwa menggunakan SPPD fiktif dengan cara mencatut nama para pegawai dinas yang dipimpinnya untuk kepentingan kantong sendiri.

Di perkara ini duit yang berhasil diembat Zainudin dari hasil tipu-tipu itu mencapai Rp 300 juta. Sedang perkara yang juga disidang besok di Pengadilan Tipikor Ambon hari ini, yakni perkara korupsi dana milik BPDM Cabang Geser Kabupaten SBT dengan terdakwa Rusdy Marasabessy.

Rusdy, kata Asmin Hamja berhasil mengelabui para stafnya. Akibatnya uang senilai Rp 988 juta keluar dari bank secara diam-diam. Yakni duit senilai Rp 788 juta milik nasabah dan uang sitaan jaksa di perkara lain yang juga dititip di BPDM Geser sebesar Rp 200 juta menguap dari brankas milik bank.

Ditanya apa yang menarik nanti dalam persidangan kedua perkara hari ini, Asmin menjelaskan modus yang digunakan mirip. “Untuk Kadis Kominfo, terdakwa ambil uang anak-anak (pegawai), padahal seng ada perjalanan dinas. Untuk perkara BPDM, akan diungkap bagaimana dalam satu hari saja uang bisa diambil dari brankas. Modusnya seolah-olah ada transaksi uang keluar dan, uang masuk, supaya balans. Padahal seng ada transaksi itu,” ungkap Asmin.

Khusus, Kadis Kominfo SBT Zainudin Keliola, yang bersangkutan didakwa oleh JPU Kejari SBT ini menggunakan duit milik dinas dengan menerbitkan Surat Perintah Perjalanan Dinas atau SPPD. Modusnya, nama para pegawai dicatut untuk penerbitan SPPD.

Tapi setelah uang cair, Zainudin meminta uang tersebut ditransfer sewaktu berada di Jakarta. Dan imbalannya, 20 pegawai ditransfer balik masing-masing Rp 1 juta, diduga sebagai uang tutup mulut. (KTA)

Penulis:

Baca Juga