Sekilas Info

SMK Siwalima Diajak Desain Kerja Sama Enbal

Wakil Bupati Malra Petrus Beruatwarin saat memberikan sambutan pada lokakarya guru matematika tingkat SD dan peluncuran HUT ke 50 SMK Siwalima Santo Yosep Langgur di Langgur, Senin (7/1/2019).

KABARTIMURNEWS.COM, LANGGUR - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Siwalima Santo Yosep Langgur diminta dapat mendesain kembali kerja sama yang pernah dirintis Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terkait pengelolaan enbal menjadi tepung mokal.

“Kami kembali mengajak keluarga besar SMK Siwalima Santo Yosep Langgur untuk dapat mendesain kembali kerja sama yang pernah dirintis Pemkab Malra, dalam hal ini terkait pengelolaan enbal menjadi tepung mokal,” kata bupati dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati Maluku Tenggara saat pembukaan Workshop Guru Mata Pelajaran Matematika pada Tingkat Sekolah Dasar se - Kabupaten Malra dan Kota Tual,  Senin (7/1/2019).

Kata dia, kerja sama ini harus dihidupkan kembali sebagai sebagai tindaklanjut atas studi banding yang pernah dilaksanakan bersama di Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Apalagi di saat masa jayanya, PT Dirgantara Indonesia yang dulunya PT Nurtanio pernah memanfaatkan lulusan SMK Siwalima Langgur untuk pengembangan pesawat terbang Indonesia dan sederet prestasi lain di kancah nasional maupun Propinsi Maluku.

Untuk keberadaan sekolah ini patut diapresiasi karena kepedulian dalam memajukan dunia pendidikan di Bumi Larvul Ngabal. “Atas nama pemerintah kabupaten memberikan apresiasi yang tinggi atas partisipasi SMK Siwalima dalam memajukan pendidikan di daerah ini,” ujarnya.

Bupati mengakui minimnya kompetensi guru mata pelajaran Matematika pada tingkat SD se- Kabupaten Malra dan juga Kota Tual masih menjadi persoalan yang serius. “Dengan digelarnya workshop ini menjadi sebuah langkah maju yang di lakukan Yayasan Siwalima yang menyadari sungguh bahwa untuk memajukan dunia pendidikan di Maluku Tenggara, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata melainkan pemangku kepentingan lainnya juga wajib turut berprestasi lewat karya-karya seperti workshop yang dilaksanakan ini,” pujinya sekaligus mengapresiasi langkah tersebut.

Olehnya itu apa yang dilakukan Yayasan Siwalima dapat dijadikan sebagai mode yang harus diikuti yayasan pendirikan lainya di Malra. “Inilah nilai tambah yang ditampilkan Yayasan Siwalima dan SMK Siwalima Santi Yosep Langgur,” kata dia.

Dikatakan Kabupaten Malra sebagai daerah kepulauan atau 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) memfokuskan diri pada sektor perikanan dan pariwasata. “Ini sebagai leading sektor pembangunan daerah yang tentu secara sinergitas harus didukung oleh sektor strategis lainnya, antara lain pendidikan, perhubungan, pertanian hingga sektor jasa dan lainnya,” ujar bupati.

Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Malra. (KTL)

Penulis:

Baca Juga