Sekilas Info

Korban Pengeroyokan Wayame Ternyata Dukun Cabul

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Kasus pengeroyokan terhadap pasangan suami istri di Desa Wayame, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, mengungkap fakta baru.

Pasutri dikeroyok komplotan pria bertopeng saat sedang tidur di rumahnya pada 4 Januari 2019. Motif pengeroyokan oleh 10 orang pelaku itu merupakan aksi balas dendam terhadap Abdullah Lakuy, korban pengeroyokan bersama istrinya.

Terungkap Abdullah Lakuy yang berprofesi sebagai dukun diduga mencabuli salah seorang pasiennya berinisial KJR. Wanita 29 tahun ini dicabuli saat diobati korban pada 4 Januari 2019. Setelah mencabuli korban, malam, rumahnya disantroni kawanan pelaku yang menuntut balas atas aksi Abdullah.

Tindakan bejat dukun cabul ini telah dilaporkan ke polisi. Pria 43 tahun itu mencabuli KJR, warga Air Besar, Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. “Motif kasus korban penganiayaan kepada Abdullah Lakuy ini diduga karena dirinya melakukan pencabulan terhadap KJR. Korban sudah melaporkan terlapor,” kata Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, IPDA Julkisno Kaisupy kepada Kabar Timur, Selasa (8/1/2019).

Informasi yang diterima Kabar Timur, pencabulan terjadi setelah korban mendatangi rumah pelaku (Abdullah Lakuy). Pelaku yang dikenal sebagai ahli pengobatan tradisional ini bukannya mengobati korban, malah mencabulinya.

“Korban ini dicabuli saat datang berobat ke rumah pelaku tanggal 4 Januari. Saat dicabuli, korban pulang. Malamnya pelaku dikeroyok OTK,” kata sumber di Mapolres Ambon, kemarin.

Diberitakan sebelumnya, Pasutri itu sedang tertidur ketika didatangi sekelompok pria bertopeng.

Abdullah Lakuy (43) dan istrinya Rosmala Dewi (30), menjadi bulan-bulanan sekelompok pria misterius yang menyatroni rumah mereka di Desa Wayame, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, pada 4 Januari 2019.

Malam itu, kawanan pelaku menganiaya sang suami hingga bersimbah darah. Sementara istrinya didorong ke dasar lantai kamar rumah. Satu pelaku berhasil diamankan polisi.

Kasus kekerasan bersama yang dilakukan sekitar 10 lelaki tak dikenal ini mengakibatkan Abdullah dan istrinya harus dirawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku, Ambon.

Belum diketahui pasti sehingga aksi pengeroyokan yang menyebabkan sejumlah luka robek di wajah Abdullah dan lebam di tangan istrinya itu terjadi. Kasus ini berawal ketika komplotan pelaku mendobrak pintu rumah korban yang berada di Blok V BTN Wayame.

Berhasil mendobrak pintu depan rumah, para pelaku menggeledah rumah mencari korban. Abdullah ditarik dari tempat tidur dan langsung dianiaya. Istrinya yang berusaha menolong suaminya tak luput dianiaya. Dia ditarik dan dilempar ke dasar lantai.

Para pelaku juga mengobrak-abrik isi kamar dan merusak pintu. Saat beraksi, para pelaku mengenakan karpus dan helm.

“Mereka juga ambil handphone dan merusak pintu rumah korban. Kedua korban dibawa polisi ke RS Bhayangkara untuk menjalani perawatan,” ungkap sumber kepada Kabar Timur, Senin (7/1/2019).

Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease IPDA Julkisno Kaisupy mengatakan kasus penganiayaan ini masih diselidiki Polsek Teluk Ambon. “Iya benar ada kejadian itu (kekerasan bersama). Satu pelaku berinisial UHR sudah ditangkap, yang lainnya masih diselidiki. Kasus ini ditangani Polsek Teluk Ambon,” tandas Kaisupy. (CR1)

Penulis:

Baca Juga